Jumat, 29 Mei 2026

Tulungagung

41 Sapi Kurban di Trenggalek dan Tulungagung Kena Cacing Hati, Ini Kata Petugas

Petugas menemukan 41 ekor sapi kurban di Trenggalek dan Tulungagung positif terinfeksi cacing hati, bahkan ada yang organ hatinya sampai membiru.

Tayang:
Dok Disnakkan Trenggalek/SURYAMALANG.COM/David Yohanes
CACING HATI HEWAN - Temuan sampling (KIRI) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek terhadap daging hewan kurban yang terkena cacing hati, Kamis (28/5/2026). Petugas memeriksa kesehatan sapi kurban (KANAN) dari Presiden Prabowo yang disalurkan di Masjid Syariful Mutaqin di Desa/Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) lalu. 

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, David Yohanes/Madchan Jazuli

Ringkasan Berita:
  • Temuan kasus cacing hati pada hewan kurban di Jawa Timur bagian selatan mengalami peningkatan. 
  • Di Kabupaten Trenggalek, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melaporkan temuan sementara sebanyak 34 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang terinfeksi cacing hati.
  • Sementara itu, di Kabupaten Tulungagung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menemukan 7 ekor sapi berpenyakit cacing hati serta 1 ekor sapi dengan organ hati membiru di RPH.

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Petugas kesehatan hewan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung menemukan sedikitnya 41 ekor sapi kurban terinfeksi cacing hati selama proses penyembelihan momentum Iduladha 2026.

Temuan ini langsung direspons cepat oleh petugas di lapangan dengan meminta panitia kurban segera mengubur organ hati yang rusak agar tidak dikonsumsi oleh warga awam.

Kendati demikian, dinas peternakan di kedua wilayah tersebut menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena sisa daging lainnya dipastikan sehat dan tetap layak konsumsi.

Temuan Cacing Hati di Trenggalek Melonjak

Temuan sampling Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek terhadap daging hewan kurban terus bertambah, yang semula hanya ditemukan pada tiga ekor sapi, kini jumlahnya bertambah menjadi puluhan ekor yang terkena cacing hati.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani.

Baca juga: Pedagang di Kota Malang Sebut Kenaikan Harga Telur Dipicu Biaya Pakan

"Data sementara sampai kemarin kita laporan untuk sapi 34 ekor, untuk kambingnya 12 ekor untuk cacing hati," ujar Ririn Hari Setiani saat dikonfirmasi langsung, Kamis (28/5/2026).

Ririn mengaku, pihaknya menerjunkan sebanyak 18 tim yang disebar ke 14 kecamatan. Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah, lantaran sampai hari ini proses pemeriksaan masih berjalan.

"Itu kita dapatkan data 160 ekor sapi, yang jantan 110 yang betina 50 ekor. Lalu, untuk kambingnya 555 jantan dan betina 17 ekor, dombanya jantan 49 ekor, dan betina tiga ekor," ulasnya.

Organ yang Rusak Wajib Dikubur

Menurut Ririn, adanya temuan dari tim Disnakkan Trenggalek menyarankan agar organ hati yang terinfeksi segera dibuang dengan cara dikuburkan.

Hal itu dilakukan agar tidak diambil lagi oleh orang awam yang tidak mengerti kondisi cacing hati, sehingga tidak diperbolehkan dibuang sembarangan.

"Kita takutnya masih diambil ketika tidak ada petugasnya. Jadi kita minta untuk dikuburkan," ulasnya.

Ririn mengaku bagi masyarakat tidak perlu khawatir dengan temuan ini. Pasalnya, daging sapi maupun kambing tersebut sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Peternak Animal Welfare di Dau Kabupaten Malang Tidak Terpengaruh Harga Telur Pasar

"Aman meskipun terkena cacing hati, untuk daging bagian lainnya bisa dikonsumsi," paparnya.

Sementara untuk pemeriksaan fisik ante mortem, menurut Ririn semuanya menunjukkan gejala sehat sehingga terbebas dari penyakit, baik PMK ataupun LSD.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved