Pendidikan
Sertifikasi Guru di Kota Malang Kini Pakai Software Canggih
"Sebelumnya, kami harus memeriksa seluruh sekolah untuk mencari tahu apakah ada guru yang sakit. Sekarang, tidak lagi,"
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sistem penilaian guru untuk memperoleh tunjangan sertifikasi di Kota Malang, berubah mulai Februari ini.
Apabila penilaian sebelumnya dilakukan dengan manual, maka kini penilaian dilakukan dengan bantuan software aplikasi.
Hal itu disebutkan dalam sosialisasi penilaian sertifikasi guru di Aula Serbaguna SMA Negeri 4 Kota Malang, Kamis (26/2/2015) siang.
Dalam sosialisasi tersebut, Kasub Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Malang, Jianto, mengatakan, penggunaan aplikasi ini membuat proses verifikasi menjadi jauh lebih mudah.
"Sebelumnya, kami harus memeriksa seluruh sekolah untuk mencari tahu apakah ada guru yang sakit. Sekarang, tidak lagi," kata Jianto.
Dengan aplikasi ini pelaporan tinggal memasukan data ke komputer. Setelah itu, baru tim dari Dindik memeriksa kebenaran laporan tersebut.
Selain itu, aplikasi ini juga memiliki parameter yang lebih detail dalam menilai apakah guru tersebut, layak atau tidak menerima tunjangan sertifikasi yang besarnya satu kali gaji pokok itu.
Dalam aplikasi ini, para guru akan diminta memasukan data apakah mereka mengajar linear, 24 jam dan apakah mengajar di satu sekolah atau di sekolah lain juga.
"Dengan begitu penilaian yang sekarang, jauh lebih adil," ungkap Jianto. (Adrianus Adhi)