Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Walah, Hutan Kota Ini Jadi Tempat Mesum Pasangan Muda Mudi

Wali Kota Malang, M Anton memastikan tidak akan ada pengalihan fungsi dari hutan kota ke taman dalam proses revitalisasi Hutan Kota Malabar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Hutan Malabar Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, M Anton memastikan tidak akan ada pengalihan fungsi dari hutan kota ke taman dalam proses revitalisasi Hutan Kota Malabar.

Justru Pemkot Malang ingin menjadikan Hutan Kota Malabar lebih bersih dan memaksimalkan fungsi resapan di kawasan itu.

Malah, ia menganggap selama ini Hutan Kota Malabar digunakan sebagai tempat maksiat. Kondisi hutan kota yang tak terawat dan gelap justru menjadi tempat mesum bagi pasangan muda mudi.

"Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat Oro-oro Dowo. Selama ini Hutan Kota Malabar dijadikan tempat mesum. Mereka ingin Hutan Kota Malabar direvitalisasi, biar bersih, tidak digunakan maksiat," kata Anton menanggapi pernyataan kelompok masyarakat yang menolak revitalisasi Hutan Kota Malabar, Selasa (18/8/2015).

Dikatakannya, dalam proses revitalisasi, Pemkot Malang tidak akan merusak tanaman yang ada di hutan kota. Tidak ada pohon yang akan ditebang. Perkerasan di hutan kota juga tidak ada.

Menurutnya, Pemkot Malang malah akan memaksimalkan fungsi resapan di Hutan Kota Malabar.

"Kami tidak akan mengubah hutan kota menjadi taman. Kami hanya ingin menjadikan hutan kota lebih bersih, kami akan menambah lampu biar tidak gelap. Seperti di Taman Kunang-kunang dan Taman Trunojoyo. Kalau terang, hutan kota tidak akan digunakan untuk maksiat," ujarnya.

Soal bangunan amphitheater di hutan kota, kata Anton, akan didesain ramah lingkungan. Pembangunan amphitheater juga tidak akan menebang pohon yang ada di hutan kota.

"Kami ingin hutan kota ini menjadi hutan kota aktif. Biar ramai, kalau ada orang yang ingin berbuat aneh-aneh di hutan kota biar malu," katanya.

Pakar Tata Ruang dari ITN Malang, Budi Fathony mengatakan menyambut positif langkah Pemkot Malang merevitalisasi Hutan Kota Malabar. Revitalisasi itu merupakan bagian menjadikan hutan kota lebih bersih dan nyaman. Menurutnya, hutan kota yang dibiarkan tidak terawat malah akan digunakan untuk hal-hal negatif.

"Selain digunakan sebagai tempat maksiat, kondisi hutan kota yang gelap dan sepi, malah digunakan untuk tempat tinggal gelandangan. Hal tersebut menjadikan hutan kota tambah kumuh," ujarnya.

Tetapi, kata Budi, Pemkot Malang perlu menjelaskan secara detail soal konsep revitalisasi hutan kota ke masyarakat. Jangan sampai timbul multitafsir di masyarakat soal pelaksanaan revitalisasi hutan kota.

"Wajar kalau masyarakat khawatir hutan kota akan berubah fungsi setelah direvitalisasi. Karena Pemkot tidak menjelaskan secara detail konsep revitalisasi ke masyarakat. Misalnya, soal bangunan amphitheater, harus dijelaskan bahan bangunannya dari apa. Terus model bangunannya gimana. Hal itu harus dijelaskan," katanya.

Dikatakannya, revitalisasi pasti akan menyebabkan fungsi hutan kota turun. Sebab, penambahan fasilitas baru seperti arena bermain di hutan kota akan menarik minat masyarakat berkunjung ke lokasi.Aktivitas masyarakat di hutan kota akan semakin meningkat.

"Makanya vegetasi di hutan kota harus dijaga agar ekosistemnya tetap seimbang," ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved