Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Belajar ke Luar Negeri, Unmer Malang Petakan Kemampuan Mahasiswa

Dengan begitu, kerja sama dengan perguruan tinggi lain di luar negeri bisa dimanfaatkan. "Kita juga sudah memetakan biaya hidup untuk pilihan,"

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
ILUSTRASI - Aksi band mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang saat kegiatan Kampung UKM untuk mahasiswa baru di Balai Merdeka, Kamis (1/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Merdeka (Unmer) Malang memetakan kemampuan mahasiswa dan finansial orang tuanya untuk program belajar ke luar negeri. Untuk itu, mahasiswa yang memiliki IP 3,75 didata.

Dengan begitu, kerja sama dengan perguruan tinggi lain di luar negeri bisa dimanfaatkan. "Kita juga sudah memetakan biaya hidup untuk pilihan," jelas Pindo Tutuko, Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) Unmer kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (4/9/2016).

Misalkan biaya hidup jika kuliah di Malaysia, Thailand, Jepang dll. Sehingga hal itu bisa menjadi pertimbangan buat mahasiswa dan dosen yang ingin belajar ke luar negeri.

Untuk Malaysia, biaya hidupnya tak jauh beda dengan Indonesia. Kebutuhan sekitar Rp 3-4 juta/bulan. Sementara untuk kuliahnya gratis. Sedang di Jepang, biaya hidup agak mahal.

Ditambahkan Respati Wikantiyoso, Wakil Rektor I Unmer, masing-masing perguruan tinggi asing yang menjadi mitra kerja sama memiliki keunggulan. Misalkan dengan Rajamangala University of Technology Srivijaya di Thailand kuat di Teknik.

Sehingga mahasiswa Fakultas Teknik bisa diarahkan ke sana. Sedang dengan Thammasat University di Thailand unggul di hukum. Sedang di Universiti Teknologi Mara (UiTM) unggul di Fisip dan Ekonomi.

Ditambahkan Respati, mahasiswa baru angkatan 2016 pada pertengahan September 2016 akan diseleksi untuk mengikuti double degree dan ICP (International Class Program).

Ini terutama untuk yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang bagus dan terbuka untuk semua prodi. "Jadi, nanti jika KUI mau ke mana, misalkan Thammasat yang unggul di Hukum dan ada yang bisa memenuhi, bisa dikirim," tutur dia.

Menurut dia, semua kampus akan menginternaisonal. Sehingga harus siap menerima dan siap memberangkatkan baik staf maupun mahasiswa.

Ditambahkan Pindo, dengan sekolah di luar negeri, maka bisa memperpanjang networking. "Keluar satu kali, berarti satu net working. Makin banyak, maka makin banyak net working," jelas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved