Malang Raya
VIDEO :Nenek Veteran di Malang Ini Usianya 87 Tahun Tapi Lihat Semangatnya
Soewartinah menceritakan ketika ia terjun ke medan perang sebagai Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Soewartinah menceritakan ketika ia terjun ke medan perang sebagai Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
Wanita berusia 87 tahun itu adalah salah satu veteran wanitatertua di Kota Malang.
Veteran wanita lain bernama Sri berusia 92 tahun sedang sakit dan tidak bisa menghadiri upacara detik-detik proklamasi di Balai Kota Malang, Kamis (17/8/2017).
"Saya 5 hari disandera di Kota Solo oleh tentara Jepang," katanya dengan pelan pada SURYAMALANG.COM.
Soewartinah ikut turun ke medan perang sebagai Palang Merah Pelajar pada tahun 1946-1950.
Ia juga sudah membuat buku perjuangan dengan bantuan Universitas Negeri Malang dengan judul 5 Hari di Ujung Bayonet Jepang
Meskipun sudah berusia tak lagi muda, namun Soewartinah masih terlihat segar untuk bisa hadir di upacara detik-detik proklamasi.
"Yang lain banyak yang sedang sakit. Saya masih bisa datang, jadi mewakili teman-teman," kata wanita yang tinggal di Jalan Kavaleri itu.
Kala itu Ia dan TRIP Malang Raya tergabung dalam MASTRIP yang diketuai oleh John Heru, putra pejuang Mayor RS Hariyono.
"Anggota MASTRIP terdiri dari tiga generasi. Generasi pertama adalah pelaku langsung yang turun di medan perang, generasi dua adalah putra pejuang, dan generasi tiga adalah para cucu," ujarnya.
Saat ini anggota MASTRIP berjumlah sekitar 200 orang dan dengan rutin mengadakan acara untuk mengenang para pahlawan.
"Kami rutin melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan menyumbang untuk biaya sekolah para putra pejuang," tuturnya.
Soewartinah mewakili para veteran menerima potongan tumpeng perayaan HUT RI ke 72 dari Wali Kota Malang, M Anton.
Simak videonya di atas.