Malang Raya
Percepat Pencairan Program Indonesia Pintar di Kota Malang, Ortu Diminta Segera Lapor . . .
2400 siswa SD yang mendapat PIP menjadi sasaran pencairan. Jumlahnya mungkin berkurang karena ada yang sudah mencairkan.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Orang tua siswa yang menerima PIP (Program Indonesia Pintar) diminta segera melaporkan agar segera divalidasi datanya dan bisa mencairkannya. Untuk itu sekolah memberikan surat pernyataan bahwa memang benar siswanya.
"Tujuannya untuk percepatan pencairan. Sebab dananya sudah ada," jelas Erick Yanuar, Kasi Program dan Evaluasi Bidang Pembinaan SD kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/10/2017).
Untuk itu, dindik mengadakan rakor dengan BRI sebagai bank penyalur dana PIP dan para kepala sekolah dan pengawas.
Menurut dia, PIP adalah program nasional. Karena itu daerah wajib melancarkan. Apalagi saat pembagian Kartu Indonesia Pintar ( KIP), Presiden RI Joko Widodo menyempatkan datang ke kantor Dindik Kota Malang dan secara simbolis memberikan ke siswa tidak mampu dari jenjang SD sampai SMA- SMK.
Kata dia, ada 2400 siswa SD yang mendapat PIP menjadi sasaran pencairan. Jumlahnya mungkin berkurang karena ada yang sudah mencairkan.
Pencairan PIP sudah tahap ke enam karena dimulai pada Februari 2017 lalu. Ia juga mengingatkan peran orang tua agar bisa mengendalikan uang yang diperoleh dari PIP.
"Tidak boleh beli buat pulsa. Namun hanya untuk kebutuhan anak, seperti memenuhi keperluan sekolah," kata Erick.
Sehingga tidak bisa dipakai sembarangan. Dalam setahun, siswa penerima PIP jenjang SD mendapat Rp 450.000 per tahun.
Meski tidak ada batasan pengambilan, namun disarankan disisakan sekian rupiah untuk masa depan anak. Penerima dana PIP diberi buku tabungan dan kartu ATM serta fasilitasnya.
Siswa dari keluarga prasejahtera juga dibantu APBD Kota Malang dengan memberikan seragam, tas dan sepatu senilai Rp 200.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rakor-percepatan-pencairan-dana-pip-program-indonesia-pintar-antara-bri-dindik-kota-malang_20171016_185140.jpg)