Kampung Wisata Malang Mati Suri
Bamboo Mewek Park Kota Malang Terus Berbenah dan Berkembang, Sempat Mati Suri dan Terbengkalai
Di bawah pengelolaan pengurus baru, tempat wisata kampung tematik yang berada di pinggir Kali Mewek itu terus berkembang.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sempat tidak terawat serta mati suri, kini Wisata Bamboo Mewek Park yang terletak di Jalan Ikan Tombro Timur RT 4 RW 4 Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mencoba bangkit dan berbenah.
Di bawah pengelolaan pengurus baru, tempat wisata kampung tematik yang berada di pinggir Kali Mewek itu terus berkembang.
Ketua Pokdarwis Bamboo Mewek Park, Dwi Sugianto mengatakan sebelum diambil alih, kondisinya tidak terawat dan bahkan dibilang terbengkalai.
"Meski di tahun 2018 meraih juara satu kampung tematik Kota Malang, namun dari tahun ke tahun kondisinya memprihatinkan ditambah ada pandemi Covid. Karena tidak ada perkembangan, maka di tahun 2022 kami ambil alih dan baru kami lakukan pembenahan," ujar Dwi, Minggu (19/10/2025).
Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari membersihkan rerumputan hingga penataan bambu sebagai tempat UMKM warga berjualan.
Termasuk, mendapat bantuan rabat beton untuk akses jalan dari DPRD Provinsi Jatim.
Selain itu, pihaknya juga mengajak serta menggandeng kesenian bantengan Malang Raya untuk dapat tampil. Sehingga, wisata Bamboo Mewek Park semakin berkembang dan semakin dikenal.
"Sebenarnya tidak hanya kesenian bantengan saja, melainkan kegiatan masyarakat atau kegiatan kesenian lainnya dapat tampil di sini. Apabila ada kegiatan, maka dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 serta parkir kendaraan Rp 10.000 bagi pengunjung yang datang. Dari pemasukan tersebut, kami pakai untuk perawatan dan pengembangan Bamboo Mewek Park," bebernya.
Dalam pengembangan tersebut, di Bamboo Mewek Park juga sudah berdiri kolam budidaya ikan nila dan lele yang dikelola warga sekitar. Sehingga selain meningkatkan perekonomian warga, juga mengatasi permasalahan penggangguran.
"Untuk kolam budidaya ikan ini, baru dimulai tahun 2024 lalu. Terdiri dari dua kolam dan empat bioflok, untuk budidaya ikan nila dan lele,"
"Oleh karenanya, kegiatan masyarakat di Bamboo Mewek Park hanya digelar saat hari Minggu. Kalau Senin maupun Sabtu, kami pakai untuk merawat fasilitas serta fokus budidaya ikan," ungkapnya.
Ke depannya, pihaknya juga akan menambah fasilitas baru berupa sarana arung jeram.
Sehingga, Bamboo Mewek Park dapat semakin berkembang menjadi destinasi wisata di tengah Kota Malang.
"Rencana ke depan, kami ingin membuat fasilitas arung jeram. Untuk titik lokasinya juga sudah kami siapkan, dengan memanfaatkan arus dan tanggul bendungan Kali Mewek," tandasnya.
| Peninggalan Mpu Sindok Terbengkalai, Tak Ada Dana untuk Perawatan Candi Songgoriti Kota Batu |
|
|---|
| Dilema Perkembangan Wisata Tematik Kota Malang, Rusak dan Mulai Sepi |
|
|---|
| Kondisi Wisata Bamboo Mewek Park Kini, Dulu Sempat Juara Kampung Tematik Kota Malang |
|
|---|
| Kampung Tematik di Kota Malang Lesu dan Sepi Pengunjung, Perlu Inovasi dan Dukungan Pemerintah |
|
|---|
| Kampung Warna-warni Jodipan, Ikon Kota Malang Masih Bertahan di Tengah Keterbatasan, Tanpa Bantuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wisata-Bamboo-Mewek-Park-Kota-Malang.jpg)