Selasa, 5 Mei 2026

Kabupaten Malang

Exit Tol Gondanglegi Jadi Kunci Ramaikan Malang Selatan, Bakal Terhubung dengan Kampung Nelayan

Exit Tol Gondanglegi Jadi Kunci Ramaikan Malang Selatan, Bakal Terhubung dengan Kampung Nelayan

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
PROYEK TOL - Bupati Malang, Sanusi, saat meninjau proyek jalan sepanjang 31 km dari Kecamatan Gondanglegi-Bantur, yang saat ini sedang dikerjakan dan menyambung ke JLS. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kabupaten Malang masih bertanya-tanya terkait arah Tol Kota Malang-Kepanjen yang sepanjang 30 Km itu
  • Hingga kini tak ada yang bisa memastikan, termasuk Pemkab Malang sendiri, karena rencana pembangunan tol itu masih bisa berubah arahnya
  • Keputusan terakhir Kementerian PURP masih akan melakukan survei lagi, untuk memastikan trase itu

SURYAMALANG.COM, MALANG - Warga Kabupaten Malang masih bertanya-tanya terkait arah Tol Kota Malang-Kepanjen yang sepanjang 30 Km itu.

Sebab, hingga kini tak ada yang bisa memastikan, termasuk Pemkab Malang sendiri, karena rencana pembangunan tol itu masih bisa berubah arahnya.

Bahkan, keputusan terakhir Kementerian PURP masih akan melakukan survei lagi, untuk memastikan trase itu.

Itu disampaikan oleh Kementerian PUPR, saat Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar, serta Khairul Isnaidi Kusuma atau Oong, Kadis Bina Marga, dan Ir Tomie Herawanto, Kepala Bappeda, menanyakannya sebulan lalu.

Saran dari Kementerian yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Pemkab Malang disuruh memperbaiki studi kelayakannya atau FS (feasibility study).

"Ada beberapa titik yang mungkin berubah."

"Namun, itu menunggu dari hasil survei bulan Januari 2026 nanti."

"Tim dari KemenPUPR akan datang ke Kabupaten Malang," tutur Budiar Anwar kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (9/12/2025).

Baca juga: Pantai Malang Selatan Diramal Akan Ramai Jika Tol Kota Malang-Kepanjen Sudah Dibangun dan Beroperasi

Khairul Isnaidi Kusuma (Oong), Kadis Bina Marga, minta pada warga agar tak usah bingung mengenai trase tol itu, akan lewat desa mana saja.

Sebab, hingga pembangunan tol terakhir, yang saat ini berakhir di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, masih akan ada perubahan trase lagi.

"Saat FS awal dulu itu dibuat masih banyak rute yang masih berupa lahan kosong, namun kini sudah ada rumah warga, bahkan perumahan."

"Makanya, PUPR minta dilakukan kajian ulang," ungkap lulusan S2 UB Malang ini.

Meski nanti terjadi perubahan trase, misalnya, namun Bupati Sanusi minta agar tol itu punya multi efek untuk meningkatkan ekonomi rakyat Malang selatan.

Caranya, lanjut Oong, itu harus dikoneksikan dengan Jalan Lintas Selatan (JLS), yang membentang sepanjang 58 kilometer, dengan berada di bibir pantai Samudera Hindia.

Di antaranya, Pantai Sendangbiru, Balekambang, Kondang Merak, Banyu Meneng, Pantai Modangan, yang dikenal jadi ajang paralayang internasional, Pantai Ngliyep.

"Makanya, saat ini Pemkab Malang sedang menyiapkan jalan penghubungnya. Yakni, sepanjang 31 km, mulai Kecamatan Gondanglegi hingga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur."

"Itu jalannya diperlebar dari 6 meter jadi 13 meter dengan berakhir di JLS, yang ada di dekat wisata Pantai Balekambang."

"Harapan pak bupati, exit tol yang ada di Kecamatan Gondanglegi nanti menyatu dengan jalan wisata itu," tuturnya.

Selain menghubungkan jalan pantai, keberadaan exit tol di Kecamatan Gondanglegi nantinya, tambah dia, juga bisa mendekatkan dengan proyek nasional yang digagas Presiden Prabowo.

Yakni Sekolah Rakyat, di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, yang sedang dibangun di atas bukit itu.

Lalu, Kampung Nelayan Merah Putih, di Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, yang saat ini pengerjaannya sedang dikebut dengan anggaran Rp 22 miliar itu.

"Nggak bisa dibayangkan, betapa ramainya jalur wisata Malang selatan nanti, jika tol itu sudah jadi," ungkap Oong.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved