Minggu, 31 Mei 2026

Kota Malang

Program RT Berkelas di Kota Malang Harus Fokus Menyelesaikan Persoalan Banjir

Program RT Berkelas merupakan realisasi janji politik Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan wakilnya, Ali Muthohirin.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
BANJIR - Tembok di depan rumah warga RT 1/RW 18, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, roboh karena terkena air banjir yang terjadi pada 4 Desember 2025. 

Ketua RT 3/RW 10, Kelurahan Purwodadi, Anita Rita Malika juga mengatakan hal serupa. Ia sepakat ada program penanggulangan banjir di Program RT Berkelas.

Sama seperti Marwan, program penanggulangan banjir tersebut tidak bisa direalisasikan di wilayahnya karena tidak ada di dalam kamus usulan.

"Wah, saya senang sekali kalau ada program penanggulangan banjir," katanya.

Akhirnya, RT 3 mengusulkan gerobak sampah dan tempat sampah. Program yang tidak cocok untuk menanggulangi banjir.

Rita berharap adanya percepatan penanganan banjir setelah wilayah tersebut kembali terdampak luapan air dengan ketinggian hingga 175 sentimeter. Rita mengatakan kejadian banjir tahun ini merupakan yang terparah sejak 2018.

"Kami ini kan dapat kiriman air dari Kemirahan. Selain itu, normalisasi sungai dari depan Narotama memang sangat dibutuhkan,” ujar Anita saat ditemui.

Menurut Rita, banjir yang melanda beberapa hari lalu mencapai ketinggian 175 cm dan berlangsung cukup cepat. Meski wilayah itu pernah terendam pada 2018, kondisi kali ini jauh lebih parah.

“Tahun 2018 pernah, tapi tidak separah ini. Ini paling parah,” katanya.

Luapan air juga mengakibatkan sejumlah kerusakan. Salah satu rumah warga di wilayahnya, milik Suprianto, mengalami tembok ambrol. Bahkan, beberapa barang rumah tangga hanyut terbawa arus.

“Pak Suprianto itu sempat syok. Istrinya juga hanyut, tapi masih di dalam rumah,” kata Rita.

Anita berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan gorong-gorong agar wilayahnya tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi B, DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji mengusulkan agar program RT berkelas fokus membangun fasilitas penanggulangan bencana banjir.

Hal tersebut dikatakan Bayu setelah mengikuti rapat kerja evaluasi bencana daerah di DPRD Kota Malang.

Kota Malang mengalami banjir parah pada 4 Desember 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang mencatat ada 39 titik lokasi banjir di seluruh Kota Malang.

Mayoritas wilayah terendam air yang parah. Kerusakan rumah milik warga juga tidak terelakan. Banjir kali ini disebut terparah dibanding beberapa tahun lalu.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved