Senin, 25 Mei 2026

Kota Malang

Program RT Berkelas di Kota Malang Harus Fokus Menyelesaikan Persoalan Banjir

Program RT Berkelas merupakan realisasi janji politik Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan wakilnya, Ali Muthohirin.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
BANJIR - Tembok di depan rumah warga RT 1/RW 18, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, roboh karena terkena air banjir yang terjadi pada 4 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ketua RT di dua lokasi terdampak banjir Kota Malang sepakat kalau Program RT Berkelas bisa diarahkan untuk menanggulangi bencana banjir, daripada membeli peralatan seperti kursi, meja, maupun tenda.

Ketua RT 1/RW 18, Kelurahan Purwantoro, Marwan, mengungkapkan persetujuannya kalau program menanggulangi banjir masuk dalam skala prioritas di Program RT Berkelas.

Program RT Berkelas adalah program yang dicanangkan Pemkot Malang. Program ini merupakan realisasi janji politik Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan wakilnya, Ali Muthohirin.

Setiap RT, mendapatkan alokasi anggaran mencapai Rp 50 juta untuk pembangunan di masing-masing tempat.

Namun sayangnya, alokasi anggaran dan perencanaan program RT Berkelas sudah disepakati antara legislati dan eksekutif.

Kesepakatan itu dilakukan sepekan sebelum bencana besar terjadi, yakni pada tanggal 27 November 2025.

Lagipula, di dalam kamus usulan program RT Berkelas, masih belum terakomodir program yang dapat menanggulangai bencana banjir.

Baca juga: Sepekan Banjir Parah di Kota Malang Sudah Berlalu, Kehidupan Warga Terdampak Belum Normal

Marwan mengatakan, awalnya ia telah mengusulkan pembuatan gorong-gorong di kawasannya untuk mengatasi banjir.

Kebutuhan itu dinilai penting oleh warga karena kawasannya merupakan tempat langganan banjir. Namun karena usulan tersebut tidak ada dalam kamus usulan, maka pilihannya pun berubah.

"Kami jadinya memilih untuk pengadaan kursi dan tenda. Sebelumnya kami sudah mengusulkan untuk penanganan banjir membuat gorong-gorong."

"Lalu kami disarankan agar program fisik seperti itu tidak dilaksanakan saat ini," ujar Marwan.

Alhasil, warga RT 1 pun harus memilih program yang sudah ada di dalam kamus usulan. Hal ini disayangkan Marwan yang sempat mendengar janji politik Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin bahwa usulan program berasal dari para ketua RT, bukan menyesuaikan di dalam kamus usulan.

"Itu yang kami sayangkan, karena dulu katanya usulan dari RT, tapi harus sesuai kamus usulan," keluhnya.

Ke depan, Marwan telah menyiapkan usulan untuk menanggulangi bencana banjir. Warga membutuhkan saluran air yang dapat menampung volume. Ia juga berharap dalam kamus usulan, ada pilihan untuk penanganan banjir.

"Saya sepakat sekali kalau ada program menanggulangi banjir di kamus usulan," tegasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved