Minggu, 12 April 2026

Kota Malang

Pada Festika 2025, Gubernur Khofifah Sebut Peran Guru Tak Tergantikan oleh Artificial Intelligence

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan kepada guru dan murid di Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
FESTIKA 2025 - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, pada ajang Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) 2025 di Kota Malang, Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa Festika menjadi ruang strategis untuk mengakselerasi transformasi pendidikan Jawa Timur di era digital
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Jawa Timur yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global

SURYAMALANG.COM, MALANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru dan murid berprestasi dalam ajang Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jawa Timur 2025 yang digelar di Hotel Savana, Kota Malang, Senin (15/12/2025).

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa Festika menjadi ruang strategis untuk mengakselerasi transformasi pendidikan Jawa Timur di era digital.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Jawa Timur yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global.

Meski demikian peran guru dalam membentuk katakter murid tidak bisa digantikan.

Khofifah mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tetap menjadi kunci utama dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus.

Menurutnya, AI dan teknologi hanyalah alat bantu, sementara nilai, karakter, dan kepekaan dalam mendidik tetap berada di tangan guru.

"AI (Artificial Intelligence) dan Teknologi merupakan sebuah tools atau alat, sedangkan guru adalah behind technology yang memiliki nilai dan karakter yang kuat. Ini tidak tergantikan," sebutnya.

Baca juga: Solidaritas untuk Korban Bencana di Sumatera, UMM Kirim Calon Dokter Muda ke Kabupaten Agam

Khofifah mengingatkan bahwa guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, panutan yang menjadi teladan bagi peserta didik.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus selalu berpijak pada nilai-nilai karakter dan etika yang kuat.

"Makin tinggi sebuah ilmu maka penyampaiannya harus semakin mudah difahami dalam penyampaiannya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga melaunching buku “Bukan Guru Biasa (Coretan Sang Juara Guru Sobat Teknologi 2025 Provinsi Jawa Timur)” sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan dedikasi guru-guru penggerak digital.

Buku ini menghadirkan potret perjalanan 22 Guru Sobat Teknologi Jawa Timur dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital.

Di tengah keterbatasan sarana, kesenjangan literasi teknologi serta perubahan yang semakin cepat para guru menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi di ruang kelas masing masing.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, makna yang ingin diwujudkan melalui kegiatan ini yakni terciptanya metode pembelajaran lebih relevan sesuai dengan akses pendidikan lebih luas memanfaatkan teknologi.

Antusiasme kegiatan Festika di Jatim sungguh luar biasa dan tercermin dari Webinar seri Edukasi yang diikuti 32.740 peserta dari unsur kepala sekolah pengawas, guru dan tenaga pendidik.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved