Kota Malang
Janji Menanam Kembali Pohon di Jalan Suhat Berpotensi Diingkari oleh Pemkot Malang
DLH Kota Malang menyebut kendala utama untuk menanam kembali pohon ada pada keterbatasan ruang tanam akibat dominasi beton di area gorong-gorong
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Janji Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat untuk menanam kembali pohon yang ditebang di Jalan Soekarno-Hatta nampaknya tidak akan terwujud.
- Plh Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengatakan kendala utama untuk menanam kembali pohon ada pada keterbatasan ruang tanam akibat dominasi beton di area gorong-gorong.
- Walhi menyayangkan sikap pemerintah yang tak mau mempertimbangan sisi ekologis dari proyek pembangunan, terlebih kota Malang tak lagi memiliki rencana menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH)
SURYAMALANG.COM, MALANG – Janji Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat untuk menanam kembali pohon yang ditebang di Jalan Soekarno-Hatta karena proyek gorong-gorong nampaknya tidak akan terwujud.
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui hingga kini konsep penanaman pohon kembali belum diputuskan meski proyek fisik sudah rampung.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengatakan kendala utama untuk menanam kembali pohon ada pada keterbatasan ruang tanam akibat dominasi beton di area gorong-gorong.
Pantauan Suryamalang.com di lokasi, proyek gorong-gorong telah selesai.
Namun tidak menyisakan ruang tanah untuk menanam pohon. Semuanya berbentuk beton.
“Kalau mau ditanami pohon, ada ruang tanah yang dibutuhkan dan tidak terganggu dari beton. Harusnya sekitar 40 sentimeter. Jika tidak ada ruang itu, pohon tidak akan tumbuh rindang,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Pemkot Malang Tunggu Kabar Baik Usai Serahkan DED Revitalisasi Pasar Tawangmangu ke Kemendag
Janji Tanam Pohon Kembali
Padahal, sejak awal revitalisasi, Pemkot Malang kerap menyebut akan menghadirkan ruang publik yang lebih hijau dan nyaman dengan cara menanam kembali pohon yang ditebang.
Faktanya, sebagian besar lahan yang dulunya tempat pohon tumbuh telah berganti menjadi beton gorong-gorong.
Raymond mengatakan, tanggungjawab menanam pohon kembali ada di tangan Pemprov Jatim.
Baru-baru ini, Pemkot Malang dan Pemprov Jatim telah menggelar rapat perihal pelaksanaan proyek gorong-gorong Jalan Sukarno-Hatta.
Raymond mengaku sempat mengusulkan penanaman pohon dalam rapat tersebut, namun terbentur desain yang sudah jadi.
“Kecuali ada space tanah yang lebih luas. Ruang yang memungkinkan untuk ditanami pohon itu hanya di depan area Polinema. Itu pun masih menunggu hasil rapat koordinasi,” katanya.
Baca juga: Proyek Drainase Jalan Soekarno Hatta Kota Malang Sudah Selesai, Masa Pemeliharaan Enam Bulan
Alternatif Tanaman dalam Pot Besar
Sebagai alternatif, pemerintah mempertimbangkan penggunaan pot besar. Pot akan ditanami pohon hias.
Kepastian ini pun belum jelas. Raymond menyebut masih dirapatkan antara Pemkot Malang dengan Pemprov Jatim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jalan-Soekarno-Hatta-rampung.jpg)