Minggu, 12 April 2026

Kota Malang

Dinas Perhubungan Kota Malang Prediksi Mobilitas Mudik 2026 Turun 1,75 Persen

Pemkot Malang memprediksi adanya penurunan mobilitas kendaraan bermotor keluar-masuk wilayah Kota Malang selama masa mudik

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ARUS MUDIK - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. Pemkot Malang memprediksi adanya penurunan mobilitas kendaraan bermotor keluar-masuk wilayah Kota Malang selama masa mudik Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Penurunan mobilitas kendaraan bermotor keluar-masuk wilayah Kota Malang selama masa mudik Lebaran 2026 diprediksi turun
  • Penurunan diperkirakan mencapai 1,75 persen, dibandingkan periode mudik tahun 2025
  • Berdasarkan catatan Dishub Kota Malang, kendaraan masuk pada arus mudik 2025 sebanyak 276.726 unit, sedangkan kendaraan keluar: 276.938 unit
  • Prediksi pada arus mudik 2026 diperkirakan jumlah kendaraan masuk sebanyak 271.883 unit. Kendaraan keluar 271.092 unit

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pemkot Malang memprediksi adanya penurunan mobilitas kendaraan bermotor keluar-masuk wilayah Kota Malang selama masa mudik Lebaran 2026.

Penurunan diperkirakan mencapai 1,75 persen, dibandingkan periode mudik tahun 2025. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.

“Prediksi ini khusus untuk Kota Malang. Ada potensi penurunan 1,75 persen untuk pergerakan atau keluar-masuk kendaraan bermotor,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan catatan Dishub Kota Malang, kendaraan masuk pada arus mudik 2025 sebanyak 276.726 unit, sedangkan kendaraan keluar: 276.938 unit.

Prediksi pada arus mudik 2026 diperkirakan jumlah kendaraan masuk sebanyak 271.883 unit. Kendaraan keluar 271.092 unit.

Widjaja Saleh Putra menjelaskan, dinamika cuaca dan kecenderungan masyarakat melakukan penghematan menjadi faktor yang memengaruhi prediksi penurunan mobilitas tersebut.

Baca juga: SPPG Ngabab Pujon Malang Gelar Uji Coba Perdana, Paket MBG Didistribusikan untuk Ratusan Guru

Dishub mencatat dua periode puncak arus mudik pada 2026. Gelombang pertama pasa 13–15 Maret 2026. Gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.

“Tahun ini di tengah masa mudik ada cuti bersama Nyepi tanggal 18 Maret dan perayaan Nyepi tanggal 19 Maret. Untuk arus balik masih kami lihat timeline-nya,” tambah Widjaja.

Meski mobilisasi diprediksi menurun, Dishub Kota Malang tetap menyiapkan serangkaian langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan kemacetan.

Titik kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan perdagangan dan jalan utama.

“Jika pengaturan tidak bisa mengurai kepadatan karena volume kendaraan terus bertambah, kami langsung melakukan rekayasa arus. Itu pun sifatnya situasional, tidak harus berupa penutupan jalan atau contraflow,” kata Widjaja.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menetapkan enam titik rawan kemacetan jelang dan selama masa mudik Lebaran 2026.

Titik-titik tersebut merupakan kawasan dengan intensitas mobilitas tinggi, baik karena menjadi jalur penghubung antarwilayah maupun kawasan wisata favorit.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Digelar hingga Lebaran, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Sembako Aman

Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menjelaskan bahwa pemetaan ini dilakukan sesuai arahan Kapolresta Malang Kota dan menjadi fokus utama pengamanan arus mudik tahun ini.

“Ada enam titik penyumbang kemacetan, seperti kawasan Buk Gluduk di Jalan Panglima Sudirman, jalur ke arah Kota Batu atau Jalan Raya Tlogomas, dan wilayah Sukun,” jelas Wiwin.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved