Senin, 4 Mei 2026

Potret Anak Korban Gawai di Malang

Kecanduan Gawai Bisa Ganggu Keharmonisan dalam Kehidupan Keluarga

Sejak kecanduan gawai, kakaknya jarang berbicara dengannya. Kakaknya seperti hidup sendiri di dunia dalam genggaman

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Meta AI
KECANDUAN GAWAI - Ilustrasi dua remaja sedang asyik dengan gawai. Tanpa disadari, penggunaan gawai berlebihan bisa mengganggu keharmonisan komunikasi fisik dalam keluarga. 

Ringkasan Berita:
  • Kecanduan gawai mengakibatkan komunikasi fisik di dalam keluarga memburuk. Hubungan antara kakak dan adik tidak harmonis, bahkan cenderung saling tidak peduli
  • Hal itu merupakan pengalaman yang dirasakan Anastasia (bukan nama sebenarnya) yang tinggal di Kota Malang
  • Anastasia memiliki seorang kakak yang beberapa tahun lalu kecanduan gawai

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Kecanduan gawai telah mengakibatkan komunikasi di dalam keluarga memburuk.

Hubungan antara kakak dan adik tidak harmonis, bahkan cenderung saling tidak peduli.

Hal itu pernah dirasakan Anastasia (bukan nama sebenarnya) yang tinggal di Kota Malang.

Anastasia memiliki seorang kakak yang beberapa tahun lalu kecanduan gawai.

Dikisahkan olehnya, sejak kecanduan gawai, kakaknya jarang berbicara dengannya. Kakaknya seperti hidup sendiri di dunia dalam genggaman.

“Bahkan untuk minta tolong mengantarkan saya ke sekolah pun tidak mau."

"Betul-betul tidak mau, saya sudah memohon beberapa kali, tetap tidak mau,” katanya kepada SURYAMALANG.COM.

Sejak saat itu, Anastasia menjalani hidup dengan kemampuannya sendiri. Dia tidak banyak minta bantuan, apalagi berkomunikasi dengan kakaknya sendiri. Sesuatu yang membuatnya sedih karena mereka hanya dua bersaudara.

Menurut Anastasia, perubahan perilaku kakaknya dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan. Selain itu, faktor keluarga juga memengaruhi.

Baca juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Keluarkan SE Tentang Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah

Menurut Anastasia, kakaknya adalah anak yang disayang di tengah keluarga. Kakaknya tumbuh besar bersama kakek dan nenek. Dengan kondisi ekonomi yang cukup baik, kakaknya bisa memeroleh apa pun yang diinginkan.

“Kakak saya cucu pertama juga jadi sebetulnya apa pun yang diinginkan bisa dituruti, namun karena tidak terkontrol dengan baik, menjadi kecanduan,” ujarnya.

Hari-harinya banyak dilalui dengan menatap layar ponsel pintar. Memainkan gim dan juga judi online. 

“Saya akhirnya tahu, orang kecanduan itu juga butuh saluran yang dianggap aman,” ujarnya.

Cerita itu dilatarbelakangi peristiwa penagihan oleh admin pinjaman online. Suatu hari, tantenya Anastasia dihubungi oleh seorang admin pinjaman online dan menagih utang yang dilakukan kakaknya.

“Kakak saya tidak mau cerita kepada orangtua. Ia memberikan nomor tante saya ke situs pinjaman online karena kalau cerita ke orangtua takut,” ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved