Geliat Bisnis Online di Malang Raya
Curhat Kurir di Malang, Gagal COD Berdampak Buruk pada Penilaian Kinerja hingga Risiko Nonaktif
Apabila paket rusak atau hilang di tengah perjalanan, itu sudah menjadi risiko pekerjaan yang harus dihadapi oleh kurir.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kurir berpotensi punya banyak risiko yang dihadapi di tengah semakin berkembangnya penjualan online
- Sebagai aktor utama yang bertugas untuk mengirimkan paket dari penjual kepada pembeli maupun sebaliknya, kurir dituntut harus melayaninya dengan sepenuh hati
- Tak jarang, mereka kerap mengalami sejumlah kerugian sebagai bagian dari risiko pekerjaan mereka
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Banyak risiko yang harus dihadapi oleh para kurir, di tengah semakin berkembangnya bisnis online di Indonesia melalui marketplace, termasuk Kota Malang.
Tak jarang, mereka kerap mengalami sejumlah kerugian sebagai bagian dari risiko pekerjaan mereka.
Sebagai aktor utama yang bertugas untuk mengirimkan paket dari penjual kepada pembeli maupun sebaliknya, kurir dituntut harus melayaninya dengan sepenuh hati.
Apabila paket rusak atau hilang di tengah perjalanan, itu sudah menjadi risiko pekerjaan yang harus dihadapi oleh kurir.
Namun, ada hal lain yang ternyata memberikan dampak yang cukup besar kepada para kurir. Yakni terkait dengan penilaian kinerja.
Penilaian kinerja tersebut biasanya terdapat di marketplace, ketika barang yang diantarkan telah sampai.
Biasanya, penilaian kinerja tersebut bisa dinilai sendiri oleh pembeli setelah mereka mendapatkan paketnya.
Baca juga: Melihat Geliat Pelaku Bisnis Online di Malang, Tampak Baik-baik Saja, Tapi Berat Dijalankan
Namun yang menjadi persoalan, terdapat banyak kasus gagal COD atau pembayaran di tempat yang harus diterima oleh kurir.
Hal tersebut berdampak kepada penilaian kerja mereka.
Apabila kondisi tersebut terus meningkat, mereka dapat dinonaktifkan dari pekerjaan mereka.
"Kalau pas COD tapi pembelinya gak mau bayar itu yang rugi juga kami."
"Ruginya bukan materi, tetapi ke penilaian kinerja," kata M Choirul, kurir pengantar paket saat memberikan kesaksiannya kepada SURYAMALANG.COM terkait risiko pekerjaannya di Malang, Senin (13/4/2026).
Ia mengatakan, fitur COD yang diterapkan oleh marketplace memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dari sisi kekurangan, terkadang ada pembeli yang enggan mau membayar COD setelah paket datang dengan berbagai alasan.
Ada juga pembeli yang tidak ada rumah dalam beberapa hari, sehingga paket tidak jadi terkirim.
Kondisi itu justru merugikan kurir yang harus buang-buang tenaga dan BBM untuk harus mengantarkan paket sampai ke tangan pembeli.
"Ya memang itu bagian dari risiko kami. Tapi dampaknya itu langsung ke penilaian kinerja kami," ungkapnya.
Dari sisi kelebihan, menurut Choirul bisa menambah teman dan kerap bertemu orang-orang baru.
"Kelebihannya ya kita bisa lebih banyak teman."
"Misal saya sering kirim paket ke rumahnya orang, lama-lama kita jadi kenal dan akrab," ujarnya.
Baca juga: Pengalaman Warga Kabupaten Malang saat Belanja Online, Barang Tidak Sesuai Bisa Mengajukan Retur
Dalam sehari, rata-rata Choirul mendapatkan kasus paket gagal COD sekitar 2-3 paket.
Biasanya, paket gagal COD tersebut terjadi di perumahan, yang menjadi areanya dalam mengantarkan paket.
"Yang paling sering gagal COD itu justru di perumahan. Kalau di kampung selalu aman."
"Yang di perumahan itu kadang gak ada orangnya."
"Terus kalau dihubungi gak direspons, itu yang jadi kendala kami," ucapnya.
Paket yang gagal COD tersebut yang kemudian akan dikembalikan lagi oleh kurir ke gudang ekspedisi untuk dikirim balik kepada penjual.
Kasus tersebut tak hanya merugikan kurir, tetapi juga merugikan penjual yang telah menjual barangnya di marketplace.
"Pernah dalam sehari itu saya hitung kerugian hampir Rp 2 juta. Tapi kan bukan saya yang bayar."
"Kalau gagal COD otomatis barang akan dikembalikan lagi ke penjual. Nah di situ penjual juga merugi," tandasnya.
bisnis online
belanja online
Kota Malang
kurir
marketplace
SURYAMALANG.COM
eksklusif
multiangle
meaningful
| Pengalaman Pahit Pebisnis Online di Malang, Terjebak Drama COD Tak Dibayar hingga Paket Hilang |
|
|---|
| Platform Marketplace Terlalu Memanjakan Pembeli, Pedagang Online Rugi |
|
|---|
| Pengalaman Warga Kabupaten Malang saat Belanja Online, Barang Tidak Sesuai Bisa Mengajukan Retur |
|
|---|
| Melihat Geliat Pelaku Bisnis Online di Malang, Tampak Baik-baik Saja, Tapi Berat Dijalankan |
|
|---|
| Plus Minus Aktivitas Belanja Online di Kota Batu dari Sudut Pandang Pembeli dan Pengusaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/BISNIS-ONLINE-Kurir-bersiap-mengantar-paket-barang-dari-kantor-pengiriman-barang-di-Kota-Malang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.