Selasa, 14 April 2026

Geliat Bisnis Online di Malang Raya

Curhat Kurir di Malang, Gagal COD Berdampak Buruk pada Penilaian Kinerja hingga Risiko Nonaktif

Apabila paket rusak atau hilang di tengah perjalanan, itu sudah menjadi risiko pekerjaan yang harus dihadapi oleh kurir.

SURYAMALANG.COM/Purwanto
BISNIS ONLINE - Kurir bersiap mengantar paket barang dari kantor pengiriman barang di Kota Malang, Sabtu (11/4/2026).Sebagai aktor utama yang bertugas untuk mengirimkan paket dari penjual kepada pembeli maupun sebaliknya, kurir dituntut harus melayaninya dengan sepenuh hati. 

Ringkasan Berita:
  • Kurir berpotensi punya banyak risiko yang dihadapi di tengah semakin berkembangnya penjualan online
  • Sebagai aktor utama yang bertugas untuk mengirimkan paket dari penjual kepada pembeli maupun sebaliknya, kurir dituntut harus melayaninya dengan sepenuh hati
  • Tak jarang, mereka kerap mengalami sejumlah kerugian sebagai bagian dari risiko pekerjaan mereka

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Banyak risiko yang harus dihadapi oleh para kurir, di tengah semakin berkembangnya bisnis online di Indonesia melalui marketplace, termasuk Kota Malang.

Tak jarang, mereka kerap mengalami sejumlah kerugian sebagai bagian dari risiko pekerjaan mereka.

Sebagai aktor utama yang bertugas untuk mengirimkan paket dari penjual kepada pembeli maupun sebaliknya, kurir dituntut harus melayaninya dengan sepenuh hati.

Apabila paket rusak atau hilang di tengah perjalanan, itu sudah menjadi risiko pekerjaan yang harus dihadapi oleh kurir.

Namun, ada hal lain yang ternyata memberikan dampak yang cukup besar kepada para kurir. Yakni terkait dengan penilaian kinerja.

Penilaian kinerja tersebut biasanya terdapat di marketplace, ketika barang yang diantarkan telah sampai.

Biasanya, penilaian kinerja tersebut bisa dinilai sendiri oleh pembeli setelah mereka mendapatkan paketnya.

Baca juga: Melihat Geliat Pelaku Bisnis Online di Malang, Tampak Baik-baik Saja, Tapi Berat Dijalankan

Namun yang menjadi persoalan, terdapat banyak kasus gagal COD atau pembayaran di tempat yang harus diterima oleh kurir.

Hal tersebut berdampak kepada penilaian kerja mereka.

Apabila kondisi tersebut terus meningkat, mereka dapat dinonaktifkan dari pekerjaan mereka.

"Kalau pas COD tapi pembelinya gak mau bayar itu yang rugi juga kami."

"Ruginya bukan materi, tetapi ke penilaian kinerja," kata M Choirul, kurir pengantar paket saat memberikan kesaksiannya kepada SURYAMALANG.COM terkait risiko pekerjaannya di Malang, Senin (13/4/2026).

Ia mengatakan, fitur COD yang diterapkan oleh marketplace memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dari sisi kekurangan, terkadang ada pembeli yang enggan mau membayar COD setelah paket datang dengan berbagai alasan.

Ada juga pembeli yang tidak ada rumah dalam beberapa hari, sehingga paket tidak jadi terkirim.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved