Kamis, 7 Mei 2026

Geliat Bisnis Online di Malang Raya

Pengalaman Pahit Pebisnis Online di Malang, Terjebak Drama COD Tak Dibayar hingga Paket Hilang

Pengalaman Pahit Pebisnis Online di Malang, Terjebak Drama COD Tak Dibayar hingga Paket Hilang

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
BISNIS ONLINE - Arif Susanto (kanan) bersama istri ditemui di Kabupaten Malang, menceritakan perjalanan usahanya Casila Indonesia yang menjual busana muslim perempuan melalui platform digital, Selasa (7/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Arif Susanto warga Kabupaten Malang, pemilik bisnis online Casila Indonesia, menjual baju busana muslim untuk perempuan
  • Ia pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan saat berjualan online. Produk yang telah ia kirim, justru dikembalikan oleh pembeli dalam kondisi bekas atau tidak sesuai dengan yang dipesan
  • Beruntung, melalui proses komplain ke pihak marketplace, Casila Indonesia mampu memenangkan proses banding tersebut

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Di balik pesatnya pertumbuhan bisnis online melalui marketplace, tersimpan berbagai risiko yang harus dihadapi para pelaku usaha.

Tak jarang, mereka harus merugi, karena berbagai macam persoalan yang ada di dalamnya.

Seperti fitur bayar di tempat (COD) bagi pelaku usaha yang baru menerapkan fitur tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu dipelajari sebelum menjual barang dagangannya.

Tak jarang, pembeli enggan membayar COD karena berbagai macam alasan.

Kondisi ini pun tak hanya merugikan penjual, tetapi juga kurir sebagai pengantar barang.

SURYAMALANG.COM sempat melakukan survei ke sejumlah pelaku usaha yang menggantungkan usahanya melalui bisnis online marketplace di Malang Raya.

Ada dari mereka yang hanya khusus menjual melalui siaran live, ada pula yang hanya memposting produk mereka di marketplace.

Seperti yang dilakukan oleh Linggar, penjual sepatu bekas yang membagikan pengalamannya selama berjualan di beragam platform marketplace

Selama ini, Linggar kerap melakukan live untuk menjual sepatunya yang dilakukan setiap hari.

Baca juga: Curhat Kurir di Malang, Gagal COD Berdampak Buruk pada Penilaian Kinerja hingga Risiko Nonaktif

Setiap kali live, Linggar enggan menghidupkan fitur COD untuk mengantisipasi barang kembali dari pembeli.

Hal tersebut menurutnya akan merugikan penjual, meskipun telah terjadi kesepakatan saat live berlangsung.

"Kalau COD itu banyak dramanya. Kadang pembeli itu gak mau bayar waktu barang sampai, lalu dikembalikan."

"Itu justru merugikan kami (penjual)," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/4/2026).

Fitur COD memang cukup memudahkan pembeli untuk membayar langsung ketika barang sudah sampai di rumah.

Akan tetapi, fitur COD tersebut banyak dimanfaatkan oleh para pembeli yang tidak bertanggung jawab dengan mengembalikan barang yang tidak sesuai dengan yang dipesan.

Hal tersebut pernah dialami oleh Linggar, sehingga ia tak mau lagi menyalakan fitur COD setiap dia mulai live.

"Dulu pernah paket saya dikembalikan, ketika saya buka tidak sesuai dengan yang dipesan. Yang dikembalikan malah sepatu rusak, ya saya rugi."

"Saya mending memilih fitur langsung bayar saja. Karena dengan begitu, ada keseriusan dari pembeli," ungkapnya.

Baca juga: Melihat Geliat Pelaku Bisnis Online di Malang, Tampak Baik-baik Saja, Tapi Berat Dijalankan

Hal yang sama juga pernah dialami oleh Arif Susanto, pemilik Casila Indonesia, yang menjual baju busana muslim untuk perempuan.

Ia pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan saat berjualan online.

Di mana produk yang telah ia kirim, justru dikembalikan oleh pembeli dalam kondisi bekas atau tidak sesuai dengan yang dipesan.

Beruntung, melalui proses komplain ke pihak marketplace, Casila Indonesia mampu memenangkan proses banding tersebut.

"Waktu itu barang dikembalikan tapi kondisinya sudah tidak layak."

"Kami langsung lapor ke customer service dan Alhamdulillah dimenangkan. Ongkos kirimnya juga diganti," jelasnya.

Tak hanya itu, selain persoalan pembeli, kendala juga muncul dari sisi logistik.

Pria yang berdomisili di Kabupaten Malang itu mengaku pernah mengalami kehilangan paket saat masa pengiriman, terutama saat periode ramai seperti Lebaran.

Total ada sekitar 11 paket yang sempat hilang saat dalam proses pengiriman.

Saat itu, Arif cukup beruntung. Keberadaan fitur asuransi pengiriman dari marketplace cukup membantu dirinya meminimalisir kerugian.

Jika paket diasuransikan, maka nilai barang bisa diganti secara penuh.

"Kalau ikut asuransi, aman. Barang hilang diganti 100 persen."

"Tapi kalau tidak, biasanya hanya diganti beberapa kali ongkos kirim saja, itu jelas tidak menutup harga barang," tegasnya.

Di sisi lain, Arif juga menyoroti sistem penilaian seller di marketplace yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diterima.

Seller dengan reputasi baik cenderung mendapatkan prioritas saat mengajukan komplain.

"Kalau akun kita sudah bagus, respons dari customer service juga cepat. Biasanya satu sampai dua hari sudah ada solusi," katanya.

Baca juga: Yai Mim Meninggal Dunia, Lokasi Pemakamannya Masih Belum Jelas, Kabar Kematian Viral di WhatsApp

Meski terdapat berbagai risiko, Arif mengakui marketplace seperti Shopee tetap menjadi kanal penjualan utama bagi dirinya.

Hal ini tidak lepas dari berbagai fitur yang menarik bagi konsumen, seperti voucher dan promo.

Ia juga menyebut adanya perbedaan harga antara penjualan di marketplace dan kanal lain seperti website atau WhatsApp.

Hal itu disebabkan adanya biaya tambahan dari platform.

"Di Shopee memang ada biaya bagi penjual. Jadi harga pasti sedikit berbeda."

"Tapi pembeli tetap tertarik untuk belanja, karena Shopee selalu memberikan banyak voucher yang bisa dipakai," jelasnya.

Arif berharap berharap ke depan ekosistem marketplace semakin memberikan perlindungan yang seimbang bagi penjual maupun pembeli.

Ia juga menekankan pentingnya strategi mitigasi risiko, seperti penggunaan asuransi dan pemilihan metode pembayaran yang lebih aman.

"Marketplace itu peluang besar, tapi tetap harus siap dengan segala risikonya," tandasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved