Geliat Bisnis Online di Malang Raya
Pengalaman Pahit Pebisnis Online di Malang, Terjebak Drama COD Tak Dibayar hingga Paket Hilang
Pengalaman Pahit Pebisnis Online di Malang, Terjebak Drama COD Tak Dibayar hingga Paket Hilang
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Arif Susanto warga Kabupaten Malang, pemilik bisnis online Casila Indonesia, menjual baju busana muslim untuk perempuan
- Ia pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan saat berjualan online. Produk yang telah ia kirim, justru dikembalikan oleh pembeli dalam kondisi bekas atau tidak sesuai dengan yang dipesan
- Beruntung, melalui proses komplain ke pihak marketplace, Casila Indonesia mampu memenangkan proses banding tersebut
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Di balik pesatnya pertumbuhan bisnis online melalui marketplace, tersimpan berbagai risiko yang harus dihadapi para pelaku usaha.
Tak jarang, mereka harus merugi, karena berbagai macam persoalan yang ada di dalamnya.
Seperti fitur bayar di tempat (COD) bagi pelaku usaha yang baru menerapkan fitur tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu dipelajari sebelum menjual barang dagangannya.
Tak jarang, pembeli enggan membayar COD karena berbagai macam alasan.
Kondisi ini pun tak hanya merugikan penjual, tetapi juga kurir sebagai pengantar barang.
SURYAMALANG.COM sempat melakukan survei ke sejumlah pelaku usaha yang menggantungkan usahanya melalui bisnis online marketplace di Malang Raya.
Ada dari mereka yang hanya khusus menjual melalui siaran live, ada pula yang hanya memposting produk mereka di marketplace.
Seperti yang dilakukan oleh Linggar, penjual sepatu bekas yang membagikan pengalamannya selama berjualan di beragam platform marketplace
Selama ini, Linggar kerap melakukan live untuk menjual sepatunya yang dilakukan setiap hari.
Baca juga: Curhat Kurir di Malang, Gagal COD Berdampak Buruk pada Penilaian Kinerja hingga Risiko Nonaktif
Setiap kali live, Linggar enggan menghidupkan fitur COD untuk mengantisipasi barang kembali dari pembeli.
Hal tersebut menurutnya akan merugikan penjual, meskipun telah terjadi kesepakatan saat live berlangsung.
"Kalau COD itu banyak dramanya. Kadang pembeli itu gak mau bayar waktu barang sampai, lalu dikembalikan."
"Itu justru merugikan kami (penjual)," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/4/2026).
Fitur COD memang cukup memudahkan pembeli untuk membayar langsung ketika barang sudah sampai di rumah.
Akan tetapi, fitur COD tersebut banyak dimanfaatkan oleh para pembeli yang tidak bertanggung jawab dengan mengembalikan barang yang tidak sesuai dengan yang dipesan.
| Curhat Kurir di Malang, Gagal COD Berdampak Buruk pada Penilaian Kinerja hingga Risiko Nonaktif |
|
|---|
| Platform Marketplace Terlalu Memanjakan Pembeli, Pedagang Online Rugi |
|
|---|
| Pengalaman Warga Kabupaten Malang saat Belanja Online, Barang Tidak Sesuai Bisa Mengajukan Retur |
|
|---|
| Melihat Geliat Pelaku Bisnis Online di Malang, Tampak Baik-baik Saja, Tapi Berat Dijalankan |
|
|---|
| Plus Minus Aktivitas Belanja Online di Kota Batu dari Sudut Pandang Pembeli dan Pengusaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Arif-Susanto-bersama-istri-Casila-Indonesia-yang-menjual-busana-muslim.jpg)