Kota Malang
Dosen UB Sulap Limbah Rambut Jagung Jadi Sunscreen Anak SPF 50 PA++
Berawal dari riset di laboratorium Universitas Brawijaya, bahan yang dulu dibuang, kini jadi sunscreen praktis bentuk spray dengan SPF 50 PA++.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Peneliti Universitas Brawijaya (UB), Dr. Rosalina Ariesta Laeliocattleya, berhasil mengolah limbah rambut jagung menjadi sunscreen anak bernama Hi To Go Sun Protector.
- Melalui kolaborasi dengan PT Cedefindo (Martha Tilaar Group), produk ini diproduksi massal untuk lini perawatan anak BOUMI dengan target usia 4 hingga 14 tahun.
- Produk ini memiliki SPF 50 PA++ untuk melindungi dari sinar UVA dan UVB, serta diperkaya minyak atsiri dan lavandula hybrida oil yang ramah bagi kulit sensitif.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Siapa sangka, rambut jagung yang selama ini kerap dianggap limbah tidak bernilai, kini menjelma menjadi pelindung kulit anak dengan standar industri.
Di tangan peneliti Universitas Brawijaya (UB), bahan sederhana itu diolah menjadi Hi To Go Sun Protector, sunscreen anak yang tak hanya aman, tetapi juga ramah lingkungan.
Inovasi ini lahir dari kegelisahan sekaligus rasa penasaran dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB, Dr. Rosalina Ariesta Laeliocattleya, terhadap potensi bahan lokal yang kerap terabaikan.
Baca juga: Angkutan Pelajar Gratis di Malang Tinggal Tunggu Perwal, 60 Unit Angkot Disiapkan
"Selama ini rambut jagung hanya dibuang. Padahal, kami melihat ada kandungan bahan aktif yang bisa dimanfaatkan, termasuk untuk perlindungan kulit dari sinar UV," ucapnya belum lama ini kepada SURYAMALANG.COM.
Dari laboratorium kampus, riset tersebut kini melangkah lebih jauh untuk dikembangkan.
Kolaborasi Industri dan Kemudahan Bagi Anak
Melalui kolaborasi dengan PT Cedefindo di bawah Martha Tilaar Group, produk ini resmi diproduksi massal dalam lini perawatan anak BOUMI, menyasar usia 4 hingga 14 tahun.
Tidak sekadar inovatif dari sisi bahan, sunscreen ini juga dirancang mengikuti kebutuhan anak-anak yang aktif.
Hadir dalam kemasan spray, produk ini sangat praktis dan memudahkan penggunaan tanpa perlu proses rumit.
Kandungan SPF 50 PA++ di dalamnya mampu melindungi kulit dari paparan sinar Ultraviolet A (UVA) dan Ultraviolet B (UVB), sekaligus menjaga kelembapan kulit.
Baca juga: UB Malang Perkuat Ekosistem Halal, Sejumlah Daerah dan Institusi Raih Halal Metric Award 2026
Menariknya, ekstrak rambut jagung juga dikombinasikan dengan bahan alami lain, seperti minyak atsiri dan lavandula hybrida oil.
Kombinasi itu menghadirkan aroma lavender yang lembut dan menenangkan.
"Produk ini kami desain agar nyaman dipakai anak-anak, termasuk yang memiliki kulit sensitif," kata dosen yang akrab disapa Oca itu.
Pemberdayaan Ekonomi Petani
Lebih dari sekadar produk perawatan, inovasi ini juga membawa dampak ekonomi.
Bahan baku rambut jagung diperoleh melalui kerja sama dengan petani, khususnya di Pulau Jawa.
Limbah yang sebelumnya tidak bernilai, kini memiliki harga dan membuka peluang tambahan penghasilan.
dosen UB Malang
dosen UB
Universitas Brawijaya (UB)
sunscreen anak
produk sunscreen anak dosen UB
SURYAMALANG.COM
| Angkutan Pelajar Gratis di Malang Tinggal Tunggu Perwal, 60 Unit Angkot Disiapkan |
|
|---|
| Universitas Negeri Malang Gelar Kuliah Kebangsaan, Tekankan Sinergi Toleransi dan Inovasi |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Bakal Atur Jam Operasional Feeder dan Angkutan Pelajar |
|
|---|
| Perosotan yang Rusak di Alun-alun Merdeka Malang Adalah Barang Lama, Cukup Diperbaiki, Bukan Diganti |
|
|---|
| Fasilitas Perosotan Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Evaluasi Kekurangan Pengawas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Dosen-UB-Sulap-Limbah-Rambut-Jagung-Jadi-Sunscreen-Anak-SPF-50.jpg)