Kamis, 7 Mei 2026

Kabupaten Malang

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kabupaten Malang Terjunkan 2.200 Petugas: Data Tak Terkait Pajak

BPS Kabupaten Malang memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 2.200 petugas yang akan mendatangi langsung pintu-pintu pelaku usaha.

Tayang:
WartaKota/Nur Ichsan
SENSUS EKONOMI 2026 - Petugas Sensus Penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik Jakarta Barat, Jeffry Julianto dan Budi Yanti sedang mengumpulkan data dan pencacahan dengan Ketua Rt 03/02 Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Rusno, Kamis (3/9). Kini, sebanyak 2.200 petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang akan melakukan door to door ke pelaku usaha selama Sensus Ekonomi 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dengan menerjunkan 2.200 petugas lapangan.
  • Petugas akan melakukan pendataan secara door to door ke seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga besar, termasuk sektor ekonomi yang tidak terlihat secara eksplisit.
  • BPS telah berkoordinasi dengan BI dan OJK untuk kelancaran pendataan di sektor perbankan.

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Sebanyak 2.200 petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang akan melakukan door to door terhadap pelaku usaha selama Sensus Ekonomi 2026.

Dengan sensus ekonomi ini, harapannya pelaku usaha bisa memberikan data secara akurat dan lengkap kepada petugas. 

Sensus Ekonomi 2026 mulai dilaksanakan pada 1 Mei - 31 Juli 2026.

Pendataan ini menyasar kepada pelaku usaha dari skala, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), maupun skala besar.

Pendataan Door to Door 

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyorini mengatakan, tahapan sensus mulai dilakukan, di antaranya dengan  komunikasi, koordinasi, dan diplomasi (KKD) ke perbankan. 

"Kami sudah difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk masuk ke perbankan dan menyampaikan kuesioner dan alhamdulillah sudah beres," kata Erny, Kamis (7/5/2026). 

Baca juga: Pemkab Malang Siap Dukung Kelancaran Sensus Ekonomi 2026

Selanjutnya, sebanyak 2.200 petugas sensus akan melaksanakan door to door ke rumah.

Erny mengatakan, seluruh kegiatan ekonomi baik yang kasat mata maupun tidak, akan disensus. 

Data Tidak Terkait Pajak

Erny tidak memungkiri masih banyak pelaku usaha yang tidak jujur, untuk melaporkan kondisi ekonominya kepada petugas, karena takut akan pajak yang dikenakan kepada mereka.

"Memang selalu kami sebutkan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Hasilnya pun tidak akan dipublikasikan seperti yang sudah tertera di undang-undang," sambungnya.

Baca juga: Hasil Sensus Pertanian Kota Batu Tahun 2023, Pertanian Kota Batu Didominasi Petani Gurem

Maka dari itu, Erny menyebutkan pentingnya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Agar mereka menerima petugas sensus secara terbuka dan menyampaikan kondisi riil usahanya secara akurat dan lengkap. 

Prediksi Pertumbuhan Unit Usaha

Sementara ini, bentuk dukungan dari pemerintah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 antara lain menyediakan ruang sosialisasi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), menyerbarluaskan informasi melalui pemasangan spanduk di seluruh kecamatan, serta memanfaatkan videotron di titik strategis. 

Selain itu, pemerintah juga turut menggerakkan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari perangkat daerah, hingga kecamatan maupun desa, untuk aktif mendukung pelaksanaannya.

Baca juga: Sensus Pertanian 2023 di Kota Kediri Ungkap Gejala Suram Kaum Tani dan Pertanian Masa Depan

Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 silam, total unit usaha di Kabupaten Malang sebanyak 295 ribu.

Jumlah tersebut, terbanyak nomor tiga di Jawa Timur.

Kemudian pada Sensus Ekonomi 2026 akan terjadi pertumbuhan jumlah unit usaha dibanding sepuluh tahun lalu.

"Kayaknya naik cuma berganti sektor aja. Tapi kita kan nggak tahu kalau nggak door to door untuk mengetahui kegiatan ekonomi yang tidak eksplisit," tukas Erny.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved