Berita Kediri Hari Ini

Sensus Pertanian 2023 di Kota Kediri Ungkap Gejala Suram Kaum Tani dan Pertanian Masa Depan

KAUM TANI - Terjadi penurunan jumlah lahan, produktivitas beberapa komoditas, serta sulitnya regenerasi petani juga akan dialami Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yuli A
didik mashudi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri bersama Pemkot Kediri menggelar Sosialisasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap 1, Senin (18/12/2023). 

KAUM TANI - Terjadi penurunan jumlah lahan, produktivitas beberapa komoditas, serta sulitnya regenerasi petani di beberapa daerah juga akan dialami Kota Kediri

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri bersama Pemkot Kediri menggelar Sosialisasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap 1, Senin (18/12/2023).

Kegiatan ini diikuti organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Kediri, Camat dan Lurah se- Kota Kediri, Perum Perhutani Kota Kediri, kelompok tani dan petani milenial serta perwakilan Pondok Pesantren.

Kasubag Umum BPS Kota Kediri, Diah Retnani menjelaskan, Sensus Pertanian 2023 merupakan sensus pertanian pertama dimana pelaksanaan pendataan dan diseminasinya dilakukan di tahun yang sama.

"Tidak mudah bagi kami untuk melakukannya, tapi keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan Pemkot Kediri, instansi terkait, serta stakeholder," ungkapnya.

BPS Kota Kediri telah melakukan diseminasi tahap 1 hasil secara serentak pada 4 Desember 2023. 

"Kami telah melaunching produk - produk ST2023 yang bisa dilihat dan download melalui website kedirikota.bps.go.id berupa booklet, leaflet, dan info grafis. Atau buku hasil ST2023 yang telah kita launching 15 Desember 2023 lalu," tuturnya. 

Dijelaskan Diah, pihaknya akan melakukan diseminasi hasil sensus tahap kedua pada bulan April tahun 2024 mendatang.

Dengan kegiatan tersebut, Diah berharap data hasil dari ST2023 dapat digunakan dan dimanfaatkan baik dalam perencanaan, maupun perumusan kebijakan khususnya disektor pertanian.

"Semoga pemanfaatan data hasil ST2023 dapat mendukung strategi pembangunan pertanian berkelanjutan. Sehingga kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani dapat terwujud," jelasnya.

Sensus pertanian yang dilakukan BPS dilakukan setiap 10 tahun sekali yang menyediakan data struktur pertanian sampai dengan unit administrasi terkecil di kelurahan. 

Cakupan dari sensus pertanian adalah usaha pertanian perorangan, usaha pertanian berbadan hukum, dan usaha pertanian lainnya dengan cakupan area seluruh Indonesia.

Menurut sensus BPS Kota Kediri usaha pertanian di Kota Kediri masih didominasi oleh laki-laki dengan jumlah 4503 orang dan wanita 469 orang dari jumlah keseluruhan 4.972 petani.

Serta para petani berada di kelompok umur 55 tahun ke atas sejumlah 48 persen. 

Sementara Bagus Alit, Sekretaris Daerah Kota Kediri yang ikut hadir dalam acara tersebut mengatakan, hasil dari sensus akan menjadi rujukan bagi Pemkot Kediri untuk menentukan arah kebijakan dan pembangunan sektor pertanian ke depannya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved