Kabupaten Malang
Dugaan 'Bancakan' Proyek Bibit Tebu Rp 23 M, DPRD Malang Bakal Gandeng Jaksa dan Polisi Saat Hearing
DPRD Kabupaten Malang bergerak cepat mengusut carut-marut bantuan bibit tebu Kementan yang mambuat petani menjerit melalui hearing libatkan APH.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Namun, praktiknya diduga bermasalah. Selain bibit yang sampai ke tangan petani banyak yang busuk, uang HOK Rp 4 juta tersebut diduga banyak dipotong sehingga tidak diterima utuh.
"Tentunya, itu tidak dilakukan pada sembarang petani, namun petani yang tak paham. Namun, bagi petani yang punya akses ke dinas, justru dapat perlakuan istimewah," jelas Feri.
Achmad Zulham Mubarrok menambahkan, proyek ini ditargetkan meningkatkan hasil panen dari 80 ton menjadi 150 ton per Ha.
Namun, Zulham menyayangkan jika program ini justru dijadikan "bancakan" oleh oknum lapangan.
Zulham berniat menghadirkan pihak Polres Malang atau Kejaksaan saat rapat nanti.
"Biar kalau ada dugaan penyimpangan, kami nggak usah menerangkan. Sebab, mereka sudah mendengar langsung, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti," tegas Zulham.
Bantahan Pihak Pemenang Tender
Di sisi lain, Cs selaku koordinator lapangan dari perusahaan pemenang tender mengklaim pihaknya tidak memiliki masalah terkait penyaluran bibit maupun pencairan ongkos tanam.
Cs menegaskan, pelaksana di lapangan adalah kelompok tani sesuai data dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP).
"Jika ada bibit yang busuk, mungkin sama petaninya tak langsung ditanam, dan itu urusan kelompok tani dengan penyedia bibit" tegasnya.
Baca juga: Pemkot Malang Bagi Bibit Pohon untuk Peremajaan, Salurkan 56 Bibit Pohon per Kelurahan
"Soal pencairan dana Rp 4 juta per hektar itu, bagaimana cara memotongnya, wong itu ditransfer langsung dari pusat ke rekeningnya kelompok tani," imbuh Cs.
Meskipun diklaim ditransfer langsung ke rekening kelompok tani, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dana yang sampai ke petani tetap berkurang.
Bahkan, saat petani mempertanyakan hal tersebut, muncul dugaan intimidasi bahwa mereka tidak akan mendapatkan program serupa di masa mendatang.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
proyek bibit tebu Malang
bibit tebu
proyek bibit tebu Malang diduga disunat
Kabupaten Malang
Malang
DPRD Malang
DPRD Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM
| Penarikan Tarif Masuk Bendungan Lahor Malang Kembali Beroperasi Sementara Mulai Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Proyek Bibit Tebu Rp23 Miliar di Malang Carut-Marut, Uang HOK Petani Diduga Disunat dan Bibit Busuk |
|
|---|
| Proyek Alun-alun Kepanjen Butuh Dana Rp 150 Miliar, Pemkab Malang Kolaborasi dengan Bank Jatim |
|
|---|
| Pencairan Dana Kompensasi Rp 1,5 Miliar dari Pemkot Malang untuk Warga Wagir Malang Masih Buram |
|
|---|
| DLH Kota Malang Tunggu Perwali Cairkan Kompensasi TPA Supit Urang, Warga Ancam Temui Wali Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Dugaan-Bancakan-Proyek-Bibit-Tebu-Rp-23-M-DPRD-Malang-Bakal-Gandeng-Jaksa-dan-Polisi-Saat-Hearing.jpg)