Breaking News
Kamis, 14 Mei 2026

Kabupaten Malang

Buntut Dugaan Surat Dinas Palsu Wabup Lathifah, Sekda Malang 'Dikepung' 50 Anggota Dewan di Rapat

Sekda Kabupaten Malang, Budiar, siang ini harus berhadapan dengan seluruh kekuatan di DPRD terkait dugaan surat perjalanan dinas palsu Wabup Lathifah.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
SURAT DINAS PALSU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar dalam sebuah acara. Kini, Budiar ikut terseret dalam polemik surat perjalanan dinas Wakil Bupati (Wabup) Malang, Lathifah Shohib yang diduga sengaja dipalsukan oleh oknum tertentu, Budiar tetap dipanggil ke gedung DPRD Kabupaten Malang pada Rabu (13/5/2026) siang ini. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda Kabupaten Malang, Budiar, dipanggil ke gedung DPRD pada Rabu (13/5/2026) pukul 13.00 WIB.
  • Pemanggilan terkait evaluasi administratif terhadap dugaan pemalsuan (scan) surat perjalanan dinas Wakil Bupati Lathifah Shohib saat kunjungan kerja ke Wapres Gibran pada April lalu.
  • Meski disebut hanya "evaluasi biasa", rapat ini melibatkan seluruh pimpinan dan 50 anggota dewan dari enam fraksi, bukan hanya satu komisi seperti biasanya.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Nasib Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, akhirnya ikut terseret dalam polemik surat perjalanan dinas.

Meski mengaku tidak tahu-menahu atas surat perjalanan dinas Wakil Bupati (Wabup) Malang, Lathifah Shohib yang diduga sengaja dipalsukan oleh oknum tertentu, Budiar tetap dipanggil ke gedung DPRD Kabupaten Malang pada Rabu (13/5/2026) siang ini.

"Nanti jam 13.00 WIB, pak Sekda, yang kita panggil, bukan bu wabup. Ini cuma evaluasi (bukan hak interpelasi apalagi hak angket)," tutur Achmad Zulham Mubarrok, wakil ketua Fraksi PDIP.

Rapat Dengar Pendapat yang Tidak Biasa

Meski Zulham menyebut agenda tersebut hanya evaluasi, Budiar dinilai harus tetap waspada.

Rapat dengar pendapat kali ini tergolong mencurigakan, karena biasanya hanya dilakukan oleh satu komisi.

Namun, berdasarkan surat undangannya, rapat pemanggilan Budiar kali ini mengundang seluruh pimpinan DPRD serta empat ketua komisi beserta anggotanya.

Baca juga: Rencana Interpelasi PDIP Pada Wabup Malang, Lathifah Meredup Berkat Lobi Kopi Masjid Fraksi PKB

Hal itu berarti seluruh perwakilan dari enam fraksi akan hadir dengan total 50 anggota dewan.

"Memang, yang dibahas itu nanti banyak terkait surat menyurat. Namun, yang jadi atensinya tetap terkait pembahasan surat perjalanan dinas bu wabup kemarin itu," ungkap Feri Andi Suseko, anggota Fraksi Gerindra.

Melihat kondisi di mana Budiar akan didudukkan di depan 50 anggota dewan, diperlukan ketenangan luar biasa karena ada potensi dirinya akan dipancing kesalahannya.

Budiar diharapkan mampu menyembunyikan emosinya saat dicecar pertanyaan soal surat perjalanan dinas Wabup Lathifah yang diduga palsu saat mengajak 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kunjungan kerja (kunker) ke Wapres Gibran pada 27 April 2026 lalu.

Baca juga: Lobi Kopi Gus Satar di Masjid DPC PDIP Dapat Acungan Jempol, Dinginkan Tensi Politik Malang

Ekspresi yang diharapkan muncul dari wajah Budiar tetaplah senyum khasnya.

Menanggapi pemanggilan ini, Budiar menyatakan kesiapannya.

"Iya, nggak apa-apa, nanti akan kami jelaskan sejauh yang kami ketahui dan berdasarkan aturan administratifnya," ujar Budiar.

Dugaan Motif di Balik Pemanggilan

Mencuatnya pemanggilan Sekda Budiar terkait terbitnya surat perjalanan dinas Wabup Lathifah yang diduga hasil pindaian (scan) tersebut mengejutkan banyak pihak.

Muncul dugaan bahwa ada sebagian anggota dewan yang sengaja mencari masalah agar posisi Wabup Lathifah tidak tenang.

Baca juga: Polemik Kunker Wabup, LKPJ Bupati Malang Potensi Berubah Jadi Adu Debat PDIP Vs PKB dan Gerindra

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved