Kamis, 14 Mei 2026

Kota Malang

Jelang Libur Panjang Periode Mei 2026, Dishub Kota Malang Antisipasi Titik Rawan Macet

Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
KAYUTANGAN - Kepadatan lalu lintas di Jalan Basuki Rahmat atau koridor Kayutangan Heritage. Dishub Kota Malang telah mengantisipasi sejak awal titik kemacetan di Kota Malang menyambut hari libur panjang bulan ini. 

Namun, momentum libur panjang disebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi pendapatan parkir daerah. Sebab, banyak juru parkir yang memilih libur mengikuti tutupnya toko maupun tempat usaha.

“Kalau libur maka banyak toko-toko atau tempat usaha juga libur. Juru parkirnya juga libur, sehingga tidak ada setoran,” ungkapnya.

Baca juga: Fasilitas Olahraga Jadi Kendala Sekolah Rakyat di Kota Malang

Dishub Kota Malang tetap berharap optimalisasi pengelolaan parkir dan pengawasan lalu lintas selama libur panjang dapat menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di Kota Malang.

Sejumlah umat Kristen juga diperkirakan akan mendatangi Kota Malang. Momentum libur panjang pada 2026 memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas keagamaan di Kota Malang

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gembala Sidang Gereja JKI Yehova Rapha Ministry Kota Malang, Pid David Tobing, yang melihat lonjakan kehadiran jemaat dalam ibadah.

Menurutnya, kebijakan cuti panjang membuat banyak perantau memilih pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

“Kami sangat terkejut karena liburnya panjang. Banyak perantau yang pulang, sehingga bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga di Kota Malang,” ujarnya.

Pdt David memperkirakan, lonjakan jumlah jemaat akan terjadi di gereja tempatnya melayani. Dengan kapasitas sekitar 150 kursi, jumlah jamaah yang datang diperkirakan akan lebih banyak.

“Biasanya sekitar 50 jemaat, sekarang bisa sampai 100 orang. Bahkan kalau penuh, ada yang harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk,” katanya.

Ia menilai peningkatan tersebut merupakan efek domino dari kebijakan libur panjang yang memberi kesempatan umat untuk kembali ke daerah asal.jadwal libur panjang juga bersama dengan perayaan hari besar keagamaan.

“Banyak jemaat dari luar Malang Raya yang datang. Hampir seratus persen itu dari luar kota,” tambahnya.

Selain dampak pada aktivitas ibadah, Pdt David juga menyoroti kondisi toleransi antarumat beragama di Kota Malang yang dinilai sangat kondusif. Ia mencontohkan momen perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, yang menunjukkan tingginya rasa saling menghargai antarumat.

“Di Kota Malang ini moderasinya sangat bagus. Saat Idul Fitri, aktivitas bisa sampai meluber dekat gereja, tapi tetap saling menghormati,” ujarnya.

Menurutnya, sikap saling menghargai tersebut menjadi pondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pit David juga menyampaikan pesan kepada umat Kristiani dalam menyambut peringatan Kenaikan Yesus Kristus.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved