Kamis, 21 Mei 2026

Kota Malang

Sukses Ditata, Pedagang Pasar Kedungkandang Malang Mulai Rasakan Dampak Positif Ekonomi

Dulu bikin macet Jalan Muharto, ratusan pedagang Pasar Kedungkandang Kota Malang panen omzet setelah mau tertib masuk ke dalam pasar!

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
DAMPAK REVITALISASI PASAR - Marni, pedagang ayam potong di Pasar Kedungkandang Kota Malang, kini mulai merasakan dampak positif, setelah setahun lebih kembali menempati kios di dalam pasar pada Rabu (20/5/2026). Tujuan Pemkot Malang untuk menata kembali kawasan pasar tradisional itu memang untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan raya. 

Ringkasan Berita:
  • Penataan kawasan Pasar Kedungkandang oleh Pemerintah Kota Malang sejak awal November 2024 lalu terbukti membuahkan dampak positif. 
  • Sebanyak 438 pedagang, termasuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya nekat berjualan di pinggir Jalan Raya Muharto, kini telah tertib mengisi area dalam pasar yang selesai direvitalisasi pada akhir 2023. 
  • Hasilnya, roda perekonomian kembali berputar stabil dan arus lalu lintas di Jalan Raya Muharto yang semula rawan macet kini kembali normal.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pedagang di Pasar Kedungkandang, Kota Malang kini telah merasakan dampak positif setelah mereka kembali berjualan di dalam pasar.

Para pedagang ini, sebelumnya sempat berjualan di pinggir jalan Muharto, yang kerap menganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Namun sejak awal November 2024 lalu, Pemkot Malang meminta para pedagang untuk kembali mengisi Pasar Kedungkandang yang sudah selesai direvitalisasi pada akhir tahun 2023.

Upaya tersebut berhasil, dan membuat roda perekonomian di wilayah tersebut kembali berputar.

Pedagang kembali berjualan di area pasar, sementara arus lalu lintas di Jalan Raya Muharto kembali normal.

Cerita Pedagang Ayam: Kini Lebih Tenang

Tujuan Pemkot Malang untuk menata kembali kawasan pasar tradisional itu memang untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan raya.

Marni, salah satu pedagang di Pasar Kedungkandang menceritakan perjuangannya saat awal mula memindahkan lapak dagangannya ke dalam pasar yang sempat sepi pembeli.

"Alhamdulillah, sekarang penjualan sudah kembali normal. Awalnya sempat sepi. Lalu 3-4 bulan berikutnya sudah mulai ada hasilnya. Jadi memang harus adaptasi," kata Marni, pedagang di Pasar Kedungkandang kepada SURYAMALANG.COM, pada Rabu (20/5/2026).

Sebelum ada pemindahan, Marni yang berjualan ayam potong, nekat berdagang di pinggir jalan raya, karena kondisi Pasar Kedungkandang saat itu sepi, meskipun sudah direvitalisasi.

Baca juga: Penataan Pasar Kebalen dan Komitmen Nyata Pemkot Malang Hidupkan Ekonomi Rakyat

Setiap hari Marni harus berjualan mulai pukul 03.00-06.00 WIB, sebab di atas pukul 06.00 WIB, ia harus segera membongkar lapak dagangannya karena harus steril.

"Kalau dulu jam 06.00 WIB sudah harus diberesin, tapi sekarang saya jualan sampai jam 08.00 WIB. Jadi agak lama," ungkapnya.

Berjualan di dalam pasar juga membuat Marni merasa lebih tenang, karena tak perlu lagi diingatkan oleh petugas Wastib dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), seperti ketika masih berdagang di pinggir jalan.

Sudah setahun lebih berlalu, kini Marni mulai merasakan hasil, terlebih ketika pelanggannya sudah kembali membeli ayam potong darinya.

"Ya harus bersyukur mas. Pemerintah sudah memberikan fasilitas kepada kami para pedagang, di awal memang agak susah pembeli gak mau masuk ke atas (ke dalam pasar) tapi lama-lama ya mereka belinya ke sini, ke saya lagi," ujarnya.

Pedagang Kompak dan Adanya Lahan Kosong Bagi PKL

Keberhasilan menata Pasar Kedungkandang ini, yang membuat Pemkot Malang kembali berupaya menata kawasan Pasar Gadang dan Pasar Kebalen.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved