Selasa, 2 Juni 2026

Selebrasi Lokal 2026

Pemkot Batu Akan Gelar Nobar Big Match Piala Dunia 2026

Pemkot Batu berencana menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
NOBAR PERTANDINGAN - Aremania menyaksikan nobar pertandingan Arema FC vs Persebaya di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu pada 28 April lalu. Pemkot Batu berencana menggelar nobar big match atau final Piala Dunia 2026. 

Untuk kategori komersial, kegiatan nobar dapat diselenggarakan di tempat usaha seperti kafe, restoran, hotel, sampai coworking space.

Sedangkan nobar non-komersial dapat dilaksanakan di fasilitas publik, seperti alun-alun, taman kota, maupun balai desa.

Diskominfo tidak memiliki data terkait jumlah hotel, kafe, atau tempat usaha yang telah mengajukan izin penyelenggaraan nobar di Kota Malang.

Sebab seluruh proses administrasi dan perizinan ditangani langsung oleh TVRI. "Perizinan tidak masuk ke Diskominfo," ujarnya.

Masyarakat atau pelaku usaha yang ingin menggelar nobar non-komersial maupun komersial dapat mendaftar melalui situs resmi TVRI.

Khusus penyelenggara komersial, pemilik usaha wajib memilih kategori lisensi sesuai kapasitas penonton dan membayar lisensi.

"Kami tidak ada instruksi untuk mengawasi tayangan ilegal," tambahnya.

Sementara itu, The Alana Hotel Malang masih belum memutuskan akan menggelar nobar Piala Dunia 2026 atau tidak.

"Kami belum merencanakan apa pun mengenai Piala Dunia," kata Sistho A Sreshtho, General Manager The Alana Hotel Malang.

Menurutnya, manajemen baru masih akan mempelajari berbagai ketentuan penyelenggaraan penayangan pertandingan Piala Dunia, terutama terkait lisensi resmi dari pemegang hak siar.

Sesuai pengalaman Piala Dunia sebelumnya, penyelenggaraan nobar memerlukan izin khusus.

"Mungkin ada sejumlah dana yang perlu dibayarkan, dan itu sepertinya tidak kecil," tambahnya.

Biaya lisensi menjadi pertimbangan utama manajemen sebelum memutuskan menggelar kegiatan nobar.

Selain perizinan, hotel juga harus menghitung aspek bisnis dan kelayakan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kalau dari hitung-hitungannya masuk secara feasibility, mungkin kami akan menggelar nobar," ujarnya.(Dya Ayu/Benni Indo)

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved