Kota Malang
Terminal Arjosari Kota Malang Dinilai Cocok sebagai Koridor Baru Bus Trans Jatim
Trans Jatim di Malang Raya masih berfokus pada koridor Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Landungsari dan berakhir di Terminal Batu
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Trans Jatim di Malang Raya dinilai perlu dilanjutkan melalui penambahan koridor dan armada baru
- Penambahan rute dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum
- Trans Jatim selama ini telah memberikan data yang cukup bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan ke depan
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pengembangan layanan bus Trans Jatim di Malang Raya dinilai perlu dilanjutkan melalui penambahan koridor dan armada baru setelah masa uji coba dan operasional awal memberikan gambaran mengenai pola kebutuhan masyarakat.
Penambahan rute dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Profesor Aji Suraji, pakar transportasi Universitas Widyagama (UWG) Malang berpendapat pengoperasian Trans Jatim selama ini telah memberikan data yang cukup bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan ke depan.
“Dari sudut pandang akademik, pengoperasian Trans Jatim kemarin kan masih dalam tahap percobaan."
"Sehingga ketika rute dan jalurnya sudah berjalan, manajemennya sudah diketahui, termasuk kekurangan dan kelebihannya. Maka ke depannya bisa didesain,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan titik-titik yang memiliki permintaan penumpang tinggi sehingga perlu mendapatkan tambahan layanan.
Selama ini, layanan Trans Jatim di Malang Raya masih berfokus pada koridor Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Landungsari dan berakhir di Terminal Batu.
Baca juga: Penambahan Koridor dan Armada Bus Trans Jatim di Malang Raya Masih Menunggu Kepastian Pemprov Jatim
Padahal, masih banyak kawasan lain yang memiliki potensi pergerakan penumpang cukup besar dan membutuhkan konektivitas transportasi publik yang lebih baik.
Salah satu titik yang dinilai perlu masuk dalam pengembangan koridor berikutnya adalah Terminal Arjosari.
Menurutnya, keberadaan Terminal Arjosari sangat strategis karena menjadi simpul transportasi yang menghubungkan Kota Malang dengan berbagai daerah lain di Jawa Timur maupun luar provinsi.
“Alternatif lain adalah Terminal Arjosari. Ini penting karena Arjosari menghubungkan ke kota-kota lain,” katanya.
Ia menegaskan penambahan titik layanan harus berjalan seiring dengan pembukaan koridor baru dan penambahan unit armada.
Lebih jauh, pengembangan Trans Jatim tidak hanya bertujuan menyediakan sarana transportasi, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Pada intinya memang sangat diperlukan penambahan titik yang menjadi satu dengan kebutuhan koridor baru dan unit baru,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sistem transportasi massal di berbagai kota selalu diawali dengan kemampuan layanan publik.
Universitas Widyagama (UWG)
Trans Jatim
Malang Raya
Kota Malang
Terminal Arjosari
SURYAMALANG.COM
Terminal Hamid Rusdi
Terminal Landungsari
Terminal Batu
| Rupiah Tembus Rp 18000 per Dolar AS, Guru Besar UM Ungkap Penyebab hingga Dampaknya bagi Masyarakat |
|
|---|
| J&T Express Dukung Mahasiswa Kembangkan Bisnis dan Buka Easy Drop di Universitas Brawijaya Malang |
|
|---|
| Lawan Limbah Makanan, Grand Mercure Malang Mirama dan Unikama Luncurkan Gerakan Beyond Waste |
|
|---|
| Perda Penyelenggaraan Parkir di Kota Malang yang Baru Beri Penjelasan Tarif Gratis di Lahan Parkir |
|
|---|
| Penambahan Koridor dan Armada Bus Trans Jatim di Malang Raya Masih Menunggu Kepastian Pemprov Jatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Terminal-Arjosari-Kota-Malang-menyambut-kedatangan-pemudik-Lebaran-2026-Minggu-1532026.jpg)