Kabupaten Malang
PDIP Dukung Gerindra Tolak Lahan Sengketa Dijadikan Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 Miliar di Malang
Sengketa lahan Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang untuk proyek peremajaan bibit tebu
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Sengketa lahan di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang yang akan dijadikan proyek bongkar ratoon atau peremajaan bibit tebu
- Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Malang dan Fraksi PDI Perjuangan punya sikap yang sama, yakni minta dikaji ulang
- Kedua fraksi itu bukan menolak proyek peremajaan bibit tebu di Kabupaten Malang, namun, mempersoalkan lahan yang akan ditempati buat proyek ketahanan pangan
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Rencana pemanfaatan lahan sengketa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang seluas 350 hektare (Ha), yang akan dijadikan proyek bongkar ratoon atau peremajaan bibit tebu senilai Rp 4,9 miliar, mendapat penolakan luas.
Bukan cuma Fitri Yuhana, anggota Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Malang yang minta dikaji ulang, namun Fraksi PDI Perjuangan juga punya sikap yang sama.
Kedua fraksi itu bukan menolak proyek peremajaan bibit tebu di Kabupaten Malang, yang dianggarkan Rp 14 juta per Ha itu.
Namun, mereka mempersoalkan lahan yang akan ditempati buat proyek ketahanan pangan di bidang swasembada gula itu.
Sebab, lahannya masih disengketakan antara warga Desa Ringinkembar dengan TNI.
"Nggak bisa lah, lahan yang masih bermasalah atau sedang disengketakan kok akan dipakai."
"Makanya, kami minta Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian, jangan asal menaruh proyek, biar tak jadi menambah proyek bongkar ratoon yang sudah bermasalah, kian jadi runyam," tegas Zulham Akhmad Mubarrok, Wakil Ketua Fraksi PDIP, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 M di Malang Sasar Lahan Sengketa, Fraksi Gerindra Minta Kaji Ulang
Zulham menegaskan seperti itu karena proyek bongkar ratoon sebelumnya senilai Rp 23 miliar, yang direalisasikan pada Januari hingga April 2026 kemarin itu bergejolak.
Sebab, jatah buat menanam bibit baru, yang dianggarkan Rp 4 juta per Ha itu diduga dipotong.
Termasuk, proses tender buat pengadaan bibit sebanyak 14.000 ton, juga dipertanyakan.
Itu karena cuma dikuasai lima orang, dengan perkiraan per hektarnya petani dapat jatah pembagian bibit sekitar 8 ton, dari luas lahan sekitar 1.763 hektare (Ha).
"Dari harga bibit saja jika dikuak, sepertinya kalang-kabut. Sebab, saat pembagian bibit itu (awal tahun 2026) harganya cuma Rp 650 per Kg."
"Sementara, dari proyek bongkar ratoon ini, per hektarnya, petani dijatah bibit senilai 10 juta atau sebanyak 8 ton."
"Padahal, dengan harga segitu (Rp 650 per kg, berarti jika 8 ton, kan tidak sampai Rp 6 juta," tutur Zulham.
Baca juga: Inspektorat Cs Turun Tangan, Polemik TKD Pandanlandung Malang Belum Tukar Guling Baru Musdes
Sementara, Fitri Yuhana, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, yang menguak kasus itu pertama kali, mengatakan, dirinya bukan menolak proyek bongkar ratoon.
bibit tebu
proyek bongkar ratoon Malang
Kecamatan Sumbermanjing Wetan
Kabupaten Malang
PDI Perjuangan
Partai Gerindra
Zulham Akhmad Mubarrok
SURYAMALANG.COM
| Inspektorat Cs Turun Tangan, Polemik TKD Pandanlandung Malang Belum Tukar Guling Baru Musdes |
|
|---|
| Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 M di Malang Sasar Lahan Sengketa, Fraksi Gerindra Minta Kaji Ulang |
|
|---|
| Pendaki Ilegal Terperosok ke Jurang Gunung Semeru Jalur Malang, BB TNBTS Perketat Pengamanan |
|
|---|
| Bau Busuk dan Tumpukan Sampah di Sungai Desa Plosoarang Kabupaten Blitar Bikin Warga Sambat |
|
|---|
| Pendaki Ilegal yang Terperosok ke Jurang Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Sengketa-lahan-tebu-Desa-Ringinkembar-Kecamatan-Sumbermanjingwetan-Kabupaten-Malang.jpg)