Kabupaten Malang
Bisa via Online, Tapi Wali Murid Pilih Datang ke Sekolah untuk Daftar Ulang SMPN 3 Kepanjen Malang
Senin (8/6/2026), calon murid yang diterima di masing-masing SMP Negeri melakukan daftar ulang untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Situasi rangkaian pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Malang
- Senin (8/6/2026), calon murid yang diterima di masing-masing SMP Negeri melakukan daftar ulang untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi
- Meskipun daftar ulang bisa dilakukan secara online, namun wali murid memilih untuk daftar offline ke sekolah
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Rangkaian pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Malang masih berlangsung.
Hari ini, Senin (8/6/2026), calon murid yang diterima di masing-masing SMP Negeri melakukan daftar ulang untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Meskipun daftar ulang bisa dilakukan secara online, namun wali murid memilih untuk daftar offline ke sekolah.
Proses daftar ulang di antaranya berlangsung di SMPN 3 Kepanjen, Kabupaten Malang.
Mulai pagi hingga siang hari, sejumlah wali murid mulai memadati aula sekolah untuk melakukan lapor diri ke panitia SPMB.
Di antaranya, Robius Adiantoko warga Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu datang ke SMPN 3 Kepanjen bersama anaknya untuk daftar ulang. Anaknya diterima dengan jalur pretasi.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Peringatkan Sekolah Tidak Terima Titipan Anak Pejabat saat SPMB
"Anak saya daftar jalur prestasi sepak bola karena dulu di SD sering ikut lomba ingkat kabupaten. Alhamdulillah daftar di sini keterima," kata Robius saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.
Sebelumnya, anak Robius sekolah di SD Negeri 7 Kepanjen.
Kemudian ia mendapatkan informasi jika SMPN 3 Kepanjen unggul dalam bidang non akademik yaitu olahraga.
Sehingga untuk mendukung potensi anakya, ia memilih sekolah ini.
Selama proses pendaftaran SPMB secara online, Robius mengaku tidak menemukan kendala.
Hanya saja ia sempat merasakan kebingungan terkait pendaftaran.
"Kebingungan ada, tapi sama sekolah yang lama itu dibantu daftar dan dikasih penjelasan."
"Jadi ya bolak balik ke SD itu untuk minta bantuan ke guru," jelasnya.
Terpisah, Ketua Panitia SPMB SMPN 3 Kepanjen, Effendi Susanto menjelaskan, jika pendaftaran untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi berlangsung pada 3-6 Juni 2026.
Kemudian 6 Juni penetapan penerimaan dan 8 Juni pengumuman serta daftar ulang.
"Setiap orang tua harus lapor diri karena aplikasi ini diupdate oleh Telkom maka tadi pagi kami sosialisasikan bagaimana cara lapor dirinya," ucap Effendi kepada SURYAMALANG.COM.
Daftar ulang hanya berlangsung hari ini hingga pukul 23.59 WIB.
Namun, karena lapor diri dilakukan secara online, maka pihak sekolah memfasilitasi wali murid untuk didaftarkan di sekolah.
Sebab, wali murid merasa kesulitan untuk lapor diri secara mandiri.
"Daftar ulang kan hanya satu hari kalau misalnya orang tua terlambat berarti dia akan gugur."
"Karena takut gugur maka mereka tadi minta tolong ke sekolah untuk didaftarkan. Kami melakukan verivikasi dan validasi," sambungnya.
Akan tetapi jika wali murid tidak datang ke sekolah hari ini, maka panitia SPMB akan menghubungi masing-masing.
Karena daftar ulang di sekolah hanya berlangsung sampai pukul 15.00 WIB.
Pada jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi murid yang diterima totalnya sebanyak 173 anak.
Sementara untuk jalur domisili sebanyak 115 anak. Maka total penerimaan murdi baru di SMP N 3 Kepanjen tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 288 anak.
Effendi menyebutkan jika pendaftaran online banyak membingungkan wali murid calon peserta didik.
Hingga awal pendaftaran sejumlah wali murid lebih memilih untuk datang ke sekolah.
"Banyak yang datang langsung ke sekolah karena mereka kurang paham."
"Kadang kan ada dokumen yang harus discan dengan ukuran tidak lebih dari 1 MB kalau lebih dari itu kan gagal. Makanya banyak yang datang ke sini," imbuhnya.
Kurang lebih ada 30 persen wali murid calon peserta yang memilih untuk daftar ke sekolah.
Rata-rata wali murid yang sudah berumur dengan keterbatasan untuk mengakses ponsel.
Baca juga: Gerinda dan PDIP Kompak Bongkar Proyek Peremajaan Bibit Tebu di Malang, Petani Jangan Ditumbalkan
| Gerinda dan PDIP Kompak Bongkar Proyek Peremajaan Bibit Tebu di Malang, Petani Jangan Ditumbalkan |
|
|---|
| Penolakan Meluas, LSM Pro Desa Persoalkan Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 M di Ringinkembar Malang |
|
|---|
| Suplai Air Sekolah Rakyat dan Warga Bantur, Perumda Tirta Kanjuruhan Bangun SPAM Rp 12 Miliar |
|
|---|
| Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Tim Inspektorat Cs yang Berhasil Mengurai Polemik TKD Pandanlandung |
|
|---|
| PDIP Dukung Gerindra Tolak Lahan Sengketa Dijadikan Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 Miliar di Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wali-murid-datang-ke-SMPN-3-Kepanjen-untuk-daftar-ulang-Senin-862026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.