Kota Malang
Warga Gadingkasri Kota Malang Bareng BINUS University Sukses Dongkrak Nilai Jual Limbah Plastik
Sulap Botol Bekas Jadi Nilai Ekonimis, Warga Gadingkasri Malang Bareng BINUS University Sukses Dongkrak Nilai Jual Limbah Plastik
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Sampah plastik memicu lahirnya inovasi super kreatif dari warga Kelurahan Gadingkasri (Kampung KASRI), Kecamatan Klojen, Kota Malang
- Warga kolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Malang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang
- Limbah tutup botol disulap menjadi Eco-Furniture dan dekorasi rumah yang bernilai ekonomi tinggi
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Masalah sampah plastik yang mencapai 700 hingga 800 ton per hari di Kota Malang memicu lahirnya inovasi super kreatif dari warga Kelurahan Gadingkasri (Kampung KASRI), Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Lewat tangan dingin warga yang berkolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Malang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, limbah tutup botol disulap menjadi Eco-Furniture dan dekorasi rumah yang bernilai ekonomi tinggi.
Produk inovatif daur ulang plastik jenis HDPE ini diberi nama KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik).
Hasil karyanya dipamerkan langsung dalam acara Edu Eco-Furniture Village di kawasan ikonik Kayutangan Heritage, Sabtu (13/10/2026) malam.
Pantauan SURYAMALANG.COM, produk-produk eco-furniture ini tampil modis dengan corak warna-warni khas plastik daur ulang yang estetik, jauh dari kesan kumuh.
Inisiatif keren ini merupakan bagian dari momentum perjalanan 45 tahun BINUS University dan 10 tahun BINUS Malang dalam program "BINUS Untuk Negeri" (BUN).
Baca juga: Rute Trans Jatim Malang–Kepanjen Segera Rilis Tahun Ini, Tarif Tetap Rp5.000 Jauh-Dekat
Student Development Associate Manager BINUS Malang, Dr Yoseph Benny Kusuma, menjelaskan bahwa program pendampingan warga ini dilakukan secara totalitas dari hulu ke hilir dengan melibatkan berbagai program studi (prodi).
"Dari prodi Desain Interior berfokus mendesain produknya. Kemudian untuk melihat nilai jualnya, kami undang dosen-dosen Kewirausahaan," jelasnya kepada SURYAMALANG.COM.
"Jadi produk yang dibuat bukan hanya bagus, tapi juga bisa menguntungkan," tambahnya.
Tak tanggung-tanggung, prodi Public Relations dan Desain Komunikasi Visual (DKV) juga diterjunkan agar setiap furnitur yang dijual memiliki narasi sosial yang kuat untuk memikat pembeli.
"Semua produk ini punya cerita. Jadi orang membeli bukan hanya karena fungsinya, tapi karena ceritanya."
"Mereka menjadi bagian dari perubahan dan orang yang peduli lingkungan," ujar Benny saat ditemui di sela-sela pameran.
Program yang sudah berjalan selama sebulan ini disambut antusias luar biasa oleh warga Klampokasri.
Mulai dari bapak-bapak, lansia, pemuda Karang Taruna, hingga anak-anak sekolah kompak memilah dan mengolah sampah plastik.
"Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru. Selain bantu jaga lingkungan, kami melihat ada peluang besar meningkatkan pendapatan," terang Nita salah satu warga.
Binus University
Kecamatan Klojen
Kota Malang
Dinas Lingkungan Hidup
sampah plastik
limbah plastik
SURYAMALANG.COM
Kayutangan
| Rute Trans Jatim Malang–Kepanjen Segera Rilis Tahun Ini, Tarif Tetap Rp5.000 Jauh-Dekat |
|
|---|
| Latja di Malang, Taruna Akpol Angkatan 58 Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan hingga Carikan Kerja |
|
|---|
| Kantor Staf Kepresidenan Bakal Bantu Sekolah Rakyat di Kota Malang Miliki Gedung Permanen |
|
|---|
| Pemkot Malang Wacanakan Bangun Gedung Koperasi Merah Putih di Lahan Sawah Dilindungi, Bukan RTH |
|
|---|
| Tinjau Dapur SPPG di Kota Malang, Jenderal Dudung Kepincut Burger Singkong: Proteinnya Lebih Tinggi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Edu-Eco-Furniture-Village-di-Koffie-Kayutangan-Heritage-Kopi-Tot-Tot-Kota-Malang.jpg)