Kota Malang
Ketua DPRD Kota Malang Minta Maaf, Setuju Evaluasi MBG dan Kopdes Merah Putih
Hadapi ratusan demonstran, Ketua DPRD Kota Malang sampaikan maaf dan tegas sepakat dengan mahasiswa untuk hentikan dan evaluasi MBG.
Penulis: Benni Indo | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Harvad memastikan, Fraksi PDI Perjuangan akan meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa ke fraksi tingkat pusat, termasuk mengenai transparansi APBN, stabilitas harga BBM, hingga percepatan transfer dana pusat ke daerah.
Baca juga: Respons Wali Kota Batu Soal Kasus Dugaan Pengeroyokan Wakil Ketua KONI Kota Batu Sinal Abidin
Di sela-sela pernyataannya, Harvad juga menyampaikan permohonan maaf terbuka karena partainya pernah merekomendasikan Mulyono sebutan lain untuk Joko Widodo maju sebagai calon presiden hingga terpilih untuk periode 2014-2024.
"Saya minta maaf karena partai kami merekomendasikan Mulyono menjadi presiden, saya minta maaf," tegasnya.
“Kami hari ini mengirim faksimili ke fraksi kami dan meminta agar aspirasi ini diteruskan ke tingkat pusat,” imbuh Harvad.
Gerindra Janji Kawal Surat Tuntutan Mahasiswa
Di sisi lain, Anggota Pimpinan DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Rimzah, menyatakan pihaknya menerima seluruh poin tuntutan mahasiswa tanpa terkecuali dan berjanji akan menyampaikannya langsung kepada pimpinan partai di tingkat nasional.
“Kami Fraksi Gerindra meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Tuntutan ini akan kami sampaikan langsung kepada pimpinan di pusat,” urai Rimzah.
Rimzah berjanji akan terus memberikan perkembangan terkini mengenai tindak lanjut aspirasi mahasiswa melalui media sosial resmi Fraksi Gerindra maupun kanal informasi resmi milik DPRD Kota Malang.
Baca juga: Dukung MBG, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Usulkan 60 Desa Terima Bantuan Budidaya Ikan Lele
“Sampai tiga hari ke depan, kalian akan mendapatkan update hasil surat tuntutan yang disampaikan hari ini,” katanya di hadapan kerumunan massa.
Rimzah juga memberikan klarifikasi sekaligus menegaskan tidak ada satu pun anggota Fraksi Gerindra di DPRD Kota Malang yang ikut mengelola atau memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dengan pelaksanaan program MBG di daerah.
“Anggota Fraksi Gerindra di DPRD Kota Malang tidak ada yang memiliki SPPG. Silakan dicek,” tutur Rimzah yang langsung disambut teriakan tidak percaya dari para pendemo yang hadir.
5 Tuntutan Utama Demo
Aksi unjuk rasa ini dimotori oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) dengan mengusung tajuk besar “Indonesia Gawat Darurat” di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (15/6/2026).
Dalam aksi turun ke jalan tersebut, mereka membawa lima tuntutan utama untuk pemerintah:
1. Evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi dan transparansi APBN.
2. Penurunan harga bahan pokok dan BBM yang mencekik masyarakat.
3. Penghentian Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menolak keras perluasan peran atau dwifungsi aparat keamanan (TNI/Polri) di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah pusat untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat atas rentetan kebijakan yang dinilai bermasalah.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
Ketua DPRD Kota Malang
Amithya Ratnanggani Sirraduhita
MBG
Makan Bergizi Gratis (MBG)
demo Mahasiswa Malang
demo Mahasiswa Malang hari ini
demo mahasiswa di Malang
SURYAMALANG.COM
| Demo 'Indonesia Gawat Darurat' Mahasiswa ke DPRD Malang, Amarah Brawijaya Desak MBG Dihentikan |
|
|---|
| Proyek Jalan Pasar Gadang Dimulai Akan Ganggu Lalu Lintas, Wali Kota Malang Minta Warga Sabar |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Pasar Gadang Kota Malang Dimulai 15 Juni 2026 dengan Sistem Buka-Tutup |
|
|---|
| Mahasiswa Malang Turun ke Jalan Serukan 'Indonesia Gawat Darurat' Siang Ini, Titik Aksi Balai Kota |
|
|---|
| Guru Besar UWG : Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Menekan UMKM Lewat Biaya Logistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Kota-Malang-Minta-Maaf-dan-Setuju-Evaluasi-MBG-dan-Kopdes-Merah-Putih.jpg)