Sabtu, 9 Mei 2026

Said Abdullah Beberkan Prioritas Utama Kerja Kepemimpinan Baru OJK

Tampuk Kepemimpinan OJK Berganti, Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menitipkan 7 poin krusial bagi jajaran komisioner baru.

Tayang:
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
KEPEMIMPINAN BARU OJK - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, ketika menjawab sejumlah pertanyaan media. Kini Said Abdullah menyambut baik kelanjutan kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026). Hal ini menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar (Ketua OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua OJK), dan Inarno Jajadi (Kepala Eksekutif Pasar Modal). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyambut positif transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini dipimpin oleh Friderica Widyasari Dewi (Ketua & Wakil Ketua) dan Hasan Fawzi (Kepala Eksekutif Pasar Modal). 
  • Meski jumlah Dewan Komisioner saat ini tersisa 8 orang (termasuk unsur Kemenkeu dan BI), Said meyakini tim ini mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan baik.
  • Said menekankan tujuh prioritas utama yang harus dijalankan OJK.

SURYAMALANG.COM, - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyambut baik kelanjutan kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar (Ketua OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua OJK), dan Inarno Jajadi (Kepala Eksekutif Pasar Modal).

Saat ini, tampuk kepemimpinan OJK dirangkap oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK.

Sementara itu, Hasan Fawzi memegang kendali sebagai Kepala Eksekutif Pasar Modal sembari merangkap jabatan lamanya.

Baca juga: Marak Penipuan Keuangan, OJK Malang Catat Ada 276 Laporan Aktivitas Ilegal Sepanjang 2025

"Melalui kepemimpinan baru yang dipilih cepat oleh internal Dewan Komisioner OJK, semoga dapat melanjutkan kepemimpinan lebih baik" ujar Said Abdullah dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

"Meskipun jumlah Dewan Komisioner OJK tinggal 6 orang, ditambah 2 orang dari unsur Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia" imbuhnya.

"Saya yakin dari kedelapan komisioner ini mampu melanjutkan kepemimpinan di OJK dengan baik," tambahnya.

Independensi dan Penguatan Kebijakan Pasar Modal

Said Abdullah memberikan sejumlah poin krusial yang sekiranya dapat menjadi pertimbangan prioritas utama bagi kepemimpinan kolektif OJK di bawah arahan Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Ibu Kiki.

Pertama, mengenai pembangunan kepercayaan pasar.

Said menekankan, independensi dan profesionalisme adalah fondasi utama.

Baca juga: Apresiasi Said Abdullah untuk Mundurnya Ketua OJK dan Dirut BEI, Lalu Dorong Perbaikan Free Float

Ia meminta Pemerintah dan DPR menopang independensi OJK sebagai "harga mati" dengan membatasi diri dalam ranah kewenangan OJK maupun Bank Indonesia.

"Posisi pemerintah dan DPR hanya sebatas memberikan masukan, bukan penilaian," tegasnya.

Kedua, pada aspek teknis, Said menyarankan OJK memberikan porsi lebih besar pada kebijakan free float.

Said menyambut baik pemberlakuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 % pada Februari 2026 ini dan berharap cakupannya diperluas secara bertahap.

Ketiga, transparansi kepemilikan emiten harus dibuka luas hingga ke tingkat Ultimate Beneficial Owner (UBO) agar lembaga pemeringkat seperti MSCI dapat menakar risiko dengan akurat.

Penegakan Hukum dan Pengawasan Media Sosial

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved