Kamis, 30 April 2026

3 Tokoh Besar yang Semprot Dwi Sasetyaningtyas hingga Desakan Cabut Status WNI

Nama alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas mendadak jadi sorotan nasional! kalimat "Cukup aku aja yang WNI" memicu amarah banyak pihak.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram @sasetyaningtyas
KONTROVERSI ALUMNI LPDP - Alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas dalam video yang dibagikan pada Senin (24/11/2025) melalui akun Instagram-nya. Tyas sapaan akrab Dwi Sasetyaningtyas viral terkait pernyataannya soal kewarganegaraan sang anak. Pernyataannya yang dinilai merendahkan paspor Indonesia demi kebanggaan status kewarganegaraan Inggris sang anak, kini memancing reaksi keras dari berbagai kalangan intelektual dan hukum. 

Kritik senada datang dari pengacara Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagram pribadinya.

Hotman meminta Tyas mengembalikan dana beasiswa atau menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena dana LPDP bersumber dari anggaran negara dan pajak rakyat (PPh dan PPN).

Hotman bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pencabutan kewarganegaraan Tyas.

3. Eks Menko Polhukam Mahfud MD

Kritik juga datang dari mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya pada Rabu (25/2/2026), Mahfud mengaku marah dan tersinggung.

“Saya ikut marah sebagai Warga Negara Indonesia yang telah mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka,” ujarnya.

Mahfud menilai pernyataan Tyas terkesan merendahkan Indonesia, padahal pendidikannya dibiayai negara.

Baca juga: 3 Polemik Dwi Sasetyaningtyas: Pamer Paspor WNA Anak, Kembalikan Dana LPDP, Diblacklist Pemerintah

Namun, Mahfud juga mengajak semua pihak untuk bercermin dan mengevaluasi kebijakan publik.

Mahfud mengingatkan nasionalisme dapat luntur jika negara tidak mampu menghadirkan keadilan.

“Kontribusi negara terhadap pendidikan itu kewajiban dan tidak boleh membungkam orang untuk berbicara. Tapi kritik harus pada kebijakan, bukan menghina tanah air,” tegas Mahfud.

Mahfud menyatakan setuju jika pemerintah mengambil langkah administratif seperti blacklist, namun menekankan perlunya perbaikan kebijakan agar kekecewaan publik tidak meluas.

Rekam Jejak Pengabdian dan Debat Etika

Di sisi lain, polemik ini turut memunculkan kembali rekam jejak Tyas selama menjalani masa pengabdian.

Lulusan Teknik Kimia ITB ini menempuh studi magister di Delft University of Technology, Belanda, bidang Sustainable Energy Technology melalui beasiswa LPDP pada 2015 dan lulus pada 2017.

Selama masa pengabdian di Indonesia periode 2017–2023, Tyas tercatat memiliki sejumlah kontribusi nyata, di antaranya:

1. Menginisiasi penanaman 10.000 pohon bakau di berbagai wilayah pesisir.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved