Rabu, 6 Mei 2026

3 Tokoh Besar yang Semprot Dwi Sasetyaningtyas hingga Desakan Cabut Status WNI

Nama alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas mendadak jadi sorotan nasional! kalimat "Cukup aku aja yang WNI" memicu amarah banyak pihak.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram @sasetyaningtyas
KONTROVERSI ALUMNI LPDP - Alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas dalam video yang dibagikan pada Senin (24/11/2025) melalui akun Instagram-nya. Tyas sapaan akrab Dwi Sasetyaningtyas viral terkait pernyataannya soal kewarganegaraan sang anak. Pernyataannya yang dinilai merendahkan paspor Indonesia demi kebanggaan status kewarganegaraan Inggris sang anak, kini memancing reaksi keras dari berbagai kalangan intelektual dan hukum. 

2. Memberdayakan ibu rumah tangga agar berpenghasilan dari rumah.

3. Terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumatera.

4. Membantu pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, perdebatan terus berkembang mengenai etika komunikasi publik, nasionalisme, hak kewarganegaraan, serta tanggung jawab moral alumni program beasiswa negara yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi luas di media sosial.

Respons Kemlu Terkait Isu Teguran Mahasiswa LPDP

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan respons terkait kabar viral mengenai dugaan adanya teguran dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terhadap mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di luar negeri.

Isu ini mencuat setelah adanya laporan mahasiswa di Belanda dan Australia yang mengaku ditegur usai menyampaikan kritik atau melakukan aksi demonstrasi terhadap kebijakan pemerintah.

Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di kalangan mahasiswa.

“Iya, kita akan cek lagi mengenai LPDP,” ujar Nabyl di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Penyebab Status WNA Anak Dwi Sasetyaningtyas Diduga Bermasalah, Kemenkum Bedah Aturan di Inggris

Kemlu memastikan akan berkoordinasi dengan perwakilan RI di negara terkait, yakni Belanda dan Australia, yang disebut menegur mahasiswa LPDP yang mengkritik pemerintah.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa LPDP mengaku ruang gerak kritiknya dibatasi.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah adanya teguran saat mahasiswa melakukan demonstrasi terkait usulan Presiden RI ke-2 Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Seusai aksi tersebut, mahasiswa diduga mendapatkan teguran dari KBRI setempat. Namun, hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai kebenaran informasi tersebut.

Kemlu menegaskan penelusuran akan dilakukan secara transparan untuk memastikan apakah benar terjadi teguran terhadap mahasiswa LPDP di luar negeri.

(Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved