Rabu, 13 Mei 2026

Cerita Eks TNI UNIFIL Soal Bahaya Misi Lebanon: Drone Israel Awasi Titik Koordinat Pasukan PBB

Kenapa misi di Lebanon begitu berbahaya? Eks TNI UNIFIL buka suara soal "mapping" koordinat oleh drone Israel terhadap posisi pasukan PBB!

Tayang:
Youtube KOMPASTV
PRAJURIT TNI GUGUR - Suasana duka keluarga tiga prajurit TNI pasukan perdamaian atau UNIFIL setelah ketiga jenazah tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada Sabtu (4/4/2026). Gugurnya tiga prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi pengingat keras akan tingginya risiko di wilayah konflik Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Kedatangan jenazah tiga prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL yang gugur di Lebanon pada Sabtu (4/4/2026) mengungkap besarnya risiko di medan tugas. 
  • Serma (Purn) Muhtar Efendi, eks anggota TNI UNIFIL, menceritakan pengalamannya tentang drone Israel yang terus memantau dan memetakan koordinat pasukan PBB di zona penyangga. 
  • Menanggapi situasi ini, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prajurit TNI adalah personel terlatih yang memahami prosedur operasional di tengah konflik.

SURYAMALANG.COM, - Gugurnya tiga prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi pengingat keras akan tingginya risiko di wilayah konflik Timur Tengah.

Saat menyambut kedatangan jenazah para pahlawan di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) malam, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan para prajurit telah dibekali pelatihan dan SOP ketat untuk menghadapi situasi berbahaya.

Kesaksian senada diungkapkan eks anggota TNI UNIFIL, Serma (Purn) Muhtar Efendi, yang membeberkan bagaimana aktivitas drone Israel secara rutin melakukan pemetaan titik koordinat pasukan PBB.

Hal itu membuat posisi penjaga perdamaian selalu berada dalam pantauan ketat di tengah ketegangan yang terus meningkat.

Risiko Tinggi di Jalur Hijau Lebanon

Eks Anggota UNIFIL 2010-2011, Serma (Purn) Muhtar Efendi, menceritakan pengalamannya selama bertugas di Lebanon sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Muhtar menyebut, Israel merupakan pihak yang sering tidak mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tanggal 11 Agustus 2006 dan menyulut perang dengan Lebanon.

Baca juga: Said Abdullah: 3 Prajurit TNI Gugur, Dunia harus Menghukum Israel

Menurut informasi dari laman PBB, Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 bertujuan mengakhiri permusuhan antara Hizbullah dan Israel melalui pembentukan zona penyangga.

Muhtar menceritakan, drone-drone dari Israel selalu masuk ke wilayah Lebanon untuk memantau warga, termasuk mengawasi pasukan PBB.

"Sudah barang tentu drone ini diterbangkan oleh Israel" ungkap Serma (Purn) Muhtar Efendi dikutip dari Kompas.TV, Senin (6/4/2026).

"Selain untuk memantau kegiatan daripada masyarakat Lebanon, juga memplotting dan memapping posisi-posisi atau titik-titik koordinat daripada pasukan-pasukan PBB yang sedang bertugas di Lebanon," lanjutnya. 

Misi Netral di Tengah Konflik

Muhtar menegaskan, tugas pasukan penjaga perdamaian di Lebanon memang memiliki risiko tinggi yang tidak bisa dihindari karena berada di tengah dua wilayah yang berkonflik.

"Penugasan di Lebanon itu memang sangat mengandung risiko yang tinggi walau katakanlah kita sudah dibekali dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) atau rules of engagement (aturan keterlibatan) yang jelas dan nyata," tuturnya.

Baca juga: Nasib Warga Israel Niat Kabur dari Perang Malah Tercekik Tarif Hotel hingga Rp30 Juta per Malam

Dalam menjalankan misinya, pasukan penjaga perdamaian harus tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu blok, baik Israel maupun Lebanon.

"Karena memang kita misinya murni menjaga perdamaian, bagaimana caranya supaya perdamaian yang sudah dibuat berdasarkan Resolusi (Dewan Keamanan) PBB nomor 1701 tanggal 11 Agustus 2006 itu betul-betul bisa dijalankan oleh kedua belah pihak," katanya.

Pesan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak meminta para keluarga prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL untuk tidak risau atau khawatir.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved