Minggu, 31 Mei 2026

Piala Dunia 2026

Apa yang Terjadi Jika Piala Dunia 2026 Batal Digelar? Ada 4 Kerugian Versi Pengamat

Banyak kerugian yang akan terjadi jika Piala Dunia 2026 batal digelar setelah munculnya isu pemboikotan.

Tayang:
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: iksan fauzi
ISTIMEWA/FIFA.id
ILUSTRASI : Logo Piala Dunia 2026. Apa yang terjadi jika Piala Dunia 2026 batal digelar? Ada 4 kerugian dari sisi filosofi sepak bola maupun finasnsial versi pengamat. 

"Tim-tim lain mungkin akan mengikuti jejak mereka, dan kemudian Anda bisa berakhir dengan sebuah benua dan federasinya juga ikut menarik diri," katanya kepada BettingLounge.

Menurutnya, tim dari Amerika Selatan merupakan pemain besar di Piala Dunia dan cukup ikonik di turnamen ini.

"Misalnya, negara-negara Amerika Selatan bersatu dan memboikot kompetisi secara sepihak, di situlah masalahnya menjadi sangat rumit karena Anda telah menyingkirkan seluruh asosiasi dan negara," jelasnya.

3. Kerugian capai Rp 33 triliun

Berapa kerugian jika ada pemboikotan?

Wilson kerugian bisa mencapai 2 miliar dolar AS (Rp33,5 triliun).

Menurutnya, uang itu hanya dari pendapatan penyiaran.

"Anda mungkin kehilangan pendapatan penyiaran sekitar 700 juta dolar hingga 1 miliar dolar, dan kemudian ada kerugian di sisi pemasaran," bebernya.

"Anda tidak dapat mengaktifkan perjanjian sponsor Anda di wilayah-wilayah tersebut. Hal itu bahkan akan mengurangi jumlah uang yang dapat disumbangkan FIFA ke wilayah-wilayah berkembang, yang mana terdapat beberapa negara berkembang besar di Amerika Selatan."

"Yang perlu kita ingat juga adalah jika terjadi boikot, jumlah pertandingan yang akan dimainkan akan berkurang, sehingga biaya penyelenggaraan juga akan terbebani."

"Pengurangan jumlah pertandingan jelas akan berdampak di tingkat kota dan itu akan bergantung pada negara mana yang akan memboikot Piala Dunia. Angka-angkanya bisa menjadi sangat buruk dengan cepat," sambungnya.

4. Merusak wajah sepak bola

Wilson mengatakan pemboikotan Piala Dunia akan merusak wajah sepak bola dunia termasuk nilainya secara filosofis.

Piala Dunia akan kehilangan banyak "pemain" besarnya di waktu yang akan datang.

Ia mengatakan, boikot semacam itu akan mengurangi legitimasi kompetisi apa pun, termasuk Piala Dunia.

"Hal itu merendahkan nilainya secara filosofis. Ketika AS atau Rusia memboikot Olimpiade, Anda tidak benar-benar tahu, apakah Anda masih bersaing dengan yang terbaik di dunia."

"Itu menimbulkan banyak kerusakan, terutama jika Piala Dunia kehilangan beberapa pemain besarnya."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved