Tulungagung

TKI Tewas Diseruduk Gajah di Afrika Barat sudah Dimakamkan di Tulungagung

Munangim adalah TKI yang meninggal di Gabon, Afrika Barat karena diserang gajah saat bekerja di kebun sawit.

TKI Tewas Diseruduk Gajah di Afrika Barat sudah Dimakamkan di Tulungagung
david yohanes
TKI DISERUDUK GAJAH - Jenazah Munangim saat tiba dari Gabon, Afrika Barat, di Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jenazah Munangim (48), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung akhirnya tiba di rumah duka pada Minggu (12/8/2018) dini hari.

Munangim adalah TKI yang meninggal di Gabon, Afrika Barat karena diserang gajah saat bekerja di kebun sawit.

Menurut salah satu warga, Kusno, janazah tiba dengan ambulans sekitar pukul 01.00 WIB.

Usai tiba di rumah duka, jenazah dibawa ke musala terdekat untuk disalatkan. Usai disalatkan, jenazah langsung dimakamkan di makam umum desa setempat.

“Sekitar pukul 02.00 WIB langsung dimakamkan. Jadi sekitar satu jam setelah tiba di rumah duka langsung diberangkatkan,” ujar Kusno.

Kasi penempatan TKI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Sunarto mengatakan, pemulangan terbilang lancar.

Butuh waktu enam hari karena tidak ada pesawat yang langsung dari Gabon ke Indonesia. Pesawat harus mampir ke Perancis, kemudian Singapura, Kuala Lumpur baru kemudian ke Indonesia.

“Meski butuh enam hari untuk pemulangan, tapi sejauh ini tidak ada kendala. Semua berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Sunarto.

Sebelumnya Dinas Tenaga Kerja telah memastikan Munangim adalah TKI resmi. Karena itu Sunarto menegaskan, keluarga berhak mendapatkan santunan dan asuransi dari konsorsium pihak ke-3.

Konsorsium ini yang ditunjuk antara pemerintah dan pihak pemberi kerja.

Dinas Tenaga Kerja akan mengawal dan memastikan santunan dan asuransi diterima sebagaimana mestinya.

Untuk langkah pertama, harus dipastikan dulu siapa ahli waris dari Munangim. Selanjutnya ahli waris ini harus melengkapi berkas, sebelum santunan dan asuransi diterimakan.

“Karena TKI resmi, santunan dan asuransi itu hak yang harus diberikan. Nanti besarannya ada hitungannya sendiri,” tambah Sunarto.

Penulis: Dahlan Dahi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved