Malang Raya
Bau Kaporit di Kolam Renang Gajayana Menyengat, Sonya Angelica sampai Mimisan
Sonya Angelica: Saat di ruang ganti ini, saya mimisan. Hidung saya berdarah. Setelah berganti baju, saya laporan ke pelatih.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sonya Angelica Kawilarang merupakan salah satu atlet renang Kota Malang yang menjadi korban reaksi obat Kolam Renang Gajayana, Minggu (19/8/2018).
Sonya yang bertemu SuryaMalang.com di RS Hermina, Selasa (21/8/2018) malam, menuturkan ada perbedaan kondisi air saat dirinya berenang pada Minggu (19/8/2018) lalu.
"Beda banget, airnya lebih pahit sampai tidak tahan," tutur Sonya mengawali ceritanya.
Minggu (19/8/2018) sore, dia bersama teman-temannya dari klub Taman Harapan berlatih renang.
Masih berenang 30 menit, atau tahap warming up, Sonya merasakan keanehan pada dirinya.
"Saya sesak nafas padahal itu masih warming up. Air pahit dan baunya menyengat," tegas Sonya.
Karena merasa tidak kuat, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) ini memilih keluar dari kolam. Dia merasa sesak nafas, yang kemudian diikuti pusing.
Dia pun masuk ke ruang ganti. "Saat di ruang ganti ini, saya mimisan. Hidung saya berdarah. Setelah berganti baju, saya laporan ke pelatih," ujar Sonya.
Pelatih memintanya duduk, sambil mengatur nafas untuk menghirup oksigen udara. Namun tak lama setelah itu, Sonya pingsan.
"Yang saya rasakan itu bau kaporitnya nemen. Bahkan nempel di baju, nyengat banget. Mandi dua kali lho baunya nggak hilang. Biasanya cukup mandi sekali usai renang, bau kaporit hilang. Lha ini nggak meski mandi dua kali," tegasnya.
Karenanya, dia berharap ada perbaikan air di Kolam Renang Gajayana. Jika nanti kolam itu ditutup sementara, menurutnya atlet masih bisa berlatih di Kolam Renang Rampal.
Seperti diberitakan, empat orang atlet renang pingsan usai berenang di Kolam Renang Gajayana, Minggu (19/8/2018) sore. Mereka sampai harus dirawat di RS Hermina. Keempatnya berasal dari klub Taman Harapan.
Pelatih menduga atlet pingsan akibat reaksi obat kolam renang. Ada indikasi, obat kolam renang berlebihan.
Namun hal ini dibantah oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang. Kepala Dispora Nuzul Nurcahyono menyebut, atlet renang itu pingsan diduga karena kelelahan akibat berlatih berenang setiap hari.
Karena obat kolam renang dimasukkan ke kolam pada Kamis (16/8/2018) sore. Dan peristiwa itu terjadi pada MInggu (18/8/2018).