Malang Raya
Bikin Ngakak! Maling Ponsel Kabur tapi Tinggalkan Motornya di Kota Malang
Peristiwa kriminal tak selalu memprihatinkan, terkadang juga lucu. Seperti yang terjadi di rumah kos Jalan Sumbersari Gang 6 No 4.
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Peristiwa kriminal tak selalu memprihatinkan, terkadang juga lucu. Seperti yang terjadi di rumah kos Jalan Sumbersari Gang 6 No 4, Kota Malang, Jumat (26/10/2018).
Seorang pencuri membawa lari ponsel milik Agung Wahyudi (24), mahasiswa. Namun sepeda motor milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian.
Pelaku memilih kabur dengan cara berlari daripada menggunakan motornya.
Menurut keterangan korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11:25 WIB.
Ketika itu Agung mengisi baterai ponselnya di atas meja kamar kosnya.
Setelah itu ia menuju kamar mandi di belakang kamar kos karena akan salat Jumat.
Ketika Agung selesai dari kamar mandi, ia mengetahui ponselnya raib.
Bersamaan dengan itu, ia melihat ada seseorang menggunakan helm warna putih keluar dari dalam kamar kosnya.
Karena curiga ia menghampiri orang tersebut, dan meneriaki 'maling' kepada orang yang tak dikenalnya itu. Seketika itu pelaku melarikan diri.
Kemudian Agung keluar rumah kosnya dan mendapati motor merk Suzuki Shogun yang terparkir mencurigakan.
Korban bersama salah satu rekannya bernama Firman berinisiatif menahan motor tersebut dengan cara menggembok cakram motor tersebut dan melepas businya.
"Karena curiga saya gembok motornya dan saya lepas businya, lalu saya tunggu dari dalam rumah", jelasnya, Jumat (26/10/2018).
Setelah menunggu beberapa saat, pelaku ternyata kembali untuk mengambil motornya yang tertinggal.
Ketika korban dan rekannya keluar rumah untuk menemui pelaku, seketika pelaku tersebut melarikan diri lagi.
Setelah kejadian itu korban melaporkan kasus pencurian handphone tersebut kepada ketua RT, dan saat itu juga didampingi rekannya korban melaporkan kasus ini ke polisi.
Ponsel yang raib adalah merk Xiaomi Redmi 4A berwarna Rose Gold. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sejumlah Rp 1,5 juta.