Malang Raya
Wacana Jadikan Bandara Abdulrachman Saleh sebagai Bandara Internasional Harus Dikaji Secara Adil
wacana menjadikan Bandara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang sebagai bandara internasional dikaji secara fair, adil
SURYAMALANG.COM, PAKIS - Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI AU Andi Wijaya, meminta wacana menjadikan Bandara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang sebagai bandara internasional dikaji secara fair, adil.
"Kalau melibatkan peneliti, ya peneliti yang sebenar-benarnya. Bukan memihak yang bayar," kata Andi saat memberikan sambutan di acara penandatanganan MoU operasional Bandara Abdulrachman Saleh, Rabu (26/12/2018).
Andi mengaku resah karena saat ini banyak pangkalan udara yang harus berbagi lahan dengan bandara komersil. Hal tersebut kata dia, secara otomatis memangkas training area dan training time para pilot termasuk di Lanud Abdulrachman Saleh.
"Kalau jumlah penerbangan ditambah rame lagi, kita latihannya kapan?" katanya.
Ia mengatakan perpanjangan kerjasama operasional Bandara Abdulrachman Saleh yang baru saja ditandatangani itu memuat win-win solution bagi kedua belah pihak.
Kata Andi, penerbangan komersil akan diatur sehingga training time dan training area para pilot TNI AU tidak terganggu.
"Tapi ada saat-saat tertentu, saat kita berlatih secara massif dengan angkatan lain, ada kemungkinan penerbangan komersil akan ditunda bahkan kita cancel," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Fattah Jasin, mengatakan ada permintaan dari masyarakat untuk menambah slot penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh.
"Kalau 1 sampai 2 slot penerbangan itu saya kira tidak akan terlalu mengganggu," katanya.
Saat ini kata Fattah, penumpang yang berangkat dari Bandara Abd Saleh mencapai 1,2 juta orang.
"Banyuwangi saja cuman 300 ribu. Berarti kan luar biasa di Malang itu," ucapnya. (Aminatus Sofya)