Kabar Mojokerto

Purel di Mojokerto 'Rangkap Jabatan' Jadi Mucikari, dari Bilik Karaoke Berkembang Bisnis Prostitusi

Purel di Mojokerto 'Rangkap Jabatan' Jadi Mucikari, dari Bilik Karaoke Berkembang Bisnis Prostitusi Tarifnya Rp 900 Ribu

Purel di Mojokerto 'Rangkap Jabatan' Jadi Mucikari, dari Bilik Karaoke Berkembang Bisnis Prostitusi
web
ILUSTRASI PEMANDU LAGU KARAOKE. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Pemandu karaoke alias Purel di Magersari, Kota Mojokerto mengeruk Rupiah dengan 'kerja sampingan' sebagai mucikari.

Pemandu karaoke berinisial ED (41) ini sepak terjangnya berhasil diberangus Tim Resmob Polres Mojokerto Kota.

Bisnis prostitusi yang dimotori oleh ED ini terbongkar setelah polisi menciduk pria hidung belang berinisial AW dan wanita NS di sebuah kamar hotel di Mojokerto, Rabu (27/3/2019) pukul 21.30 WIB.

"Sebelumnya ada informasi dari masyarakat terkait perdagangan orang. Lantas kami melakukan pengecekan di sebuah hotel.

"Saat penggerebekan AW dan NS sedang berhubungan badan. Setelah mengamankan AW dan NS, kami melakukan pengembangan. Malam itu juga kami berhasil menangkap mucikari ED di kediamannya," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota Ade Warokka saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/1/2019).

Cinta Terlarang Antara Menantu dengan Ibu Mertua Hingga Hamil, Bayi Tak Bersalah Dibunuh Secara Keji

Sebab Siswi SD Didorong Keluar Mobil Lalu Video Viral di Whatsapp (WA) Terungkap, Ini Info Terbaru

Diam-diam Kuli Bangunan Ngintip Mahasiswi Sedang Mandi & Tidur, Terjadi Perbuatan Dosa Hingga 4 Kali

PSK Masih Tetap Perawan Meskipun Sering Layani Pelanggan, Ternyata Pakai Ramuan Belut saat Bercinta

Ade menyebutkan, bila ED dan NS sudah berpengalaman. ED telah membuka jasa prostitusi sekitar tiga tahun yang lalu.

"Namun dia mengaku melakukan praktik prostitusi ini baru sekali. Namun sebenarnya mereka telah membuka jasa prostitusi sejak beberapa tahun lalu. Sempat berhenti, namun kembali membuka lagi tahun ini," terangnya.

Ade menambahkan, pihaknya masih mendalami terkait jaringan prostitusi ED. Sementara jaringan prostitusi ED,  merupakan jaringan lokal.

"Terkait jaringan prostitusi di luar mojokerto, belum ada pengakuan dari tersangka. Sementara Jaringannya masih lokal," paparnya.

Ade menyebutkan, korban perdagangan manusia yang dilakukan ED berjumlah satu orang yakni NS.

Halaman
1234
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved