Blitar
Sang Ibu Ketakutan, Lalu Antar Balik Anaknya ke Lapas Setelah Kabur
"Nak, dari pada orangtuamu akan susah, ayo saya antarkan balik,"
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Satu dari empat nara pidana (Napi) anak yang kabur dari Lapas kelas II A anak, Blitar, Kamis (15/5/2015) dini hari, kini sudah kembali.
Napi yang kembali ke Lapas itu, yakni Rfi, asal Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar.
Baca Juga : Jebol Besi Tahanan Pakai Tangan, 4 Anak Kasus Pencabulan Kabur dari Lapas
Tahanan pelajar kelas 8 sebuah SMP itu, kembali ke Lapas diantarkan oleh ibunya.
"Anak saya, tadi sudah saya antarkan balik ke Lapas. Yang mengantarkan saya sendiri, saya bonceng sepeda motor dan langsung saya titipkan petugas Lapas," tutur Str (60), ibu Rfi ditemui di rumahnya.
Menurut Str, kedatangan anaknya itu membuat Str kaget karena baru ditahan, kok sudah pulang. Apalagi, pulangnya sendirian. Meski kaget, namun ia langsung merangkulnya.
"Saya sedang membersihkan gabah di depan rumah, sedang bapaknya sudah berangkat ke tegalan," paparnya.
Saat membersihkan gabah, menurutnya, tiba-tiba anaknya muncul di depannya. Ia berjalan kaki dari arah selatan atau arah Lapas, yang berjarak sekitar 4 Km dari rumahnya.
"Seketika, dia langsung saya tanyai, kok pulang nak?," paparnya.
Setelah bercerita sebentar kalau kabur dari Lapas, Str tak berpikir panjang lagi. Anaknya langsung disarankan balik ke Lapas. Str takut, kaburnya anak dan kembali ke rumah akan menyusahkan orangtua.
"Nak, dari pada orangtuamu akan susah, ayo saya antarkan balik," tuturnya.
Setelah di rumah sebentar, ia langsung diantarkan kembali ke Lapas. Bahkan, anaknya tak sempat sarapan apalagi bertemu bapaknya, yang sudah berangkat ke tegalan, ia langsung dibonceng sepeda motor, untuk diantarkan balik ke Lapas kembali.
"Saya nggak tahu, gimana caranya keluar karena nggak sempat tanya. Saya sendiri bingung. Saking bingungnya, sampai nggak sempat sarapan. Namun, saya belikan nasi pecel di jalan, untuk dibungkus dan dibawa Lapas," tuturnya.
Kalapas Kelas II A anak Blitar Imam Setia Gunawan SH MH mengatakan, kaburnya keempat napi anak itu sebenarnya bukan kesalahan mereka, melainkan petugasnya.
"Mereka itu masih anak-anak. Justru, yang salah adalah petugas kami, yang teledor," paparnya, Kamis (14/5/2015).