Blitar
Empat Tahanan Anak Kabur dari Lapas karena Ingin Puasa dan Lebaran di Rumah
Di atas genting, mereka berjalan beriringan sejauh 30 meter, menuju ke arah utara.
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Teka teki soal empat nara pidana (Napi) anak bisa kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A anak, Blitar, Jawa Timur terkuak.
Kalapas Kelas II A anak Blitar, Imam Setia Gunawan SH MH menjakasn, sesui dengan pengakuan empat anak itu hanya mengotak-atik baut tralis. Akhirnya, baut tralis itu terbuka.
Baca Juga : Kabur, Tak Punya Uang, Tahanan Anak Jalan Kaki 15 Km dari Lapas ke Rumah
"Namanya bangunan lama, apalagi tralisnya tak sekuat ruangan tahanan orang dewasa. Itu sengaja dibangun seperti itu, supaya tak terkesan angker atau menakutkan. Justru, ruangannya terkesan seperti kamar tidur di rumahnya," ujar Imam, Jumat (15/5/2015).
Namun, jelas Imam, ada pengakuan dari mereka, katanya mereka menemukan paku bekas yang sudah berkarat. Itu ditemukan di dalam Lapas.
Baca Juga : Jebol Besi Tahanan Pakai Tangan, 4 Anak Kasus Pencabulan Kabur dari Lapas
"Nah, paku bekas itu, katanya dipakai mengotak-atik baut tralis itu hingga terbuka," ungkap Imam.
Yang dibuka adalah tralis jendela belakang kamarnya. Setelah tralis terbuka, Kamis (14/5/2015) dini hari atau sekitar pukul 02.00, mereka langsung kabur.
Baca Juga : Sang Ibu Ketakutan, Lalu Antar Balik Anaknya ke Lapas Setelah Kabur
Mereka kabur dengan cara memanjat tembok belakang kamarnya, untuk bisa sampai ke atas genting. Di atas genting, mereka berjalan beriringan sejauh 30 meter, menuju ke arah utara. Tepatnya, yang dituju ke arah pintu utama (pintu depan).
Sebab, pagar depan Lapas lebih rendah dibandingkan dengan pagar tembok yang mengelilingi Lapas setinggi 4 meter, dengan dilengkapi kawat berduri.
"Sehingga mereka turun tak pakai tali karena hanya pendek pagarnya. Begitu turun, langsung jalan raya (jurusan Blitar-Tulungagung)," paparnya.
Kaburnya mereka itu bukan kebetulan, melainkan sudah direncana oleh Bia, dan Chs. Itu berawal dari mereka iseng, setelah menemukan paku berkarat di dalam Lapas.
Tanpa sengaja, paku itu dipakai membuka baut tralis. Berhasil membuka baut tralis jendela, niat kabur keduanya kian kuat.
"Tahu dini hari itu, dua temannya bisa kabur, akhirnya dua anak lagi ikut-ikutan. Sedang, dua teman sekamarnya lagi, tak ikut kabur karena memang tak tahu apa-apa karena saat kejadian itu sedang terlelap tidur," paparnya.
Menurut Imam, tahanan anak yang punya niat kabur itu mengaku nekat kabur karena ingin lebaran di rumah.
"Ya cuma itu yang kami tanya. Nggak ada motif lain, katanya ingin puasa dan lebaran di rumahnya," ujarnya.
(Imam Taufiq)