Malang Raya
Anak Wiji Astutik Dapat Beasiswa, tapi Keluarga Belum Tahu
Rahayu Putri kini sudah yatim piatu. Sehari-hari, Ayu tinggal bersama kakeknya, Supardi, dan mertua Supardi yang sudah tua.
SURYAMALANG.COM, BANTUR - Sulistyo, kakak almarhumah Wiji Astutik (34) mengaku sudah mengetahui kabar penangkapan sang pembunuh adiknya di Hongkong.
Sulistiyo mengikuti informasi lewat berita online Hongkong.
"Iya, saya sudah baca. Tapi secara resminya saya belum ada informasi dari polisi sana (Hongkong)," ungkap Sulistyo ketika dihubungi SURYAMALANG.COM lewat HP-nya, Jumat (11/6/2015).
( Baca Juga : Wiji Astutik Dibunuh di Atap Gedung, Lalu Dicampakkan di Pinggir Jalan )
Ia berharap, polisi bisa mengungkap kasus kematian adiknya.
Sebagaimana diberitakan di media Hongkong, Kindo, polisi menangkap dua pria berkebangsaan Pakistan pada Rabu (10/6/2015) siang di wilayah Tuen Mien. Polisi, sudah melakukan olah TKP pada Kamis (11/5/2015). Ia dibawa polisi ke sekitar TKP Jl Changsa.
( Baca Juga : Pembunuh Sekaligus Kekasih Wiji Astutik Ditangkap Saat Hendak Kabur )
Tersangka berpakaian putih dengan kepala ditutupi kain warna hitam. Polisi membawanya ke sebuah bangunan yang berdekatan dengan lokasi penemuan mayat Wiji Astutik di depan toko. Mayat itu digulung memakai kasur.
( Baca Juga : Wiji Astutik Telantarkan Anaknya yang Kangen dan Curhat di Facebook )
Pria Pakistan itu mendapat sebutan Wahaz. Dalam akun FB-nya, almarhumah Wiji juga sudah memakai nama belakang ini, yaitu Putri Ayu Wahaz. Nama akun facebook Wiji itu diberitahukan oleh Rahayu Putri, anak tunggal Wiji dari perkawinannya dengan Supaad yang sudah meninggal dunia pada Juni 2014 karena kecelakaan.
Tertangkapnya tersangka pembunuhan Wiji mendapat respons beragam dari facebooker Kindo HK. Banyak yang bersyukur pembunuhnya tertangkap.
"Alhamdullilah. Polisi Hongkong top markotop. Gak nyampe seminggu, pembunuh udah ketangkap," komentar Arikawa Putri.
Ditambahkan Sulistyo, pihaknya sedang menunggu kabar kedatangan jenazah adiknya.
"Surat-suratnya sudah dibawa perwakilan dari Kemenlu yang datang pada Selasa (9/6/2015) lalu," ujar pria berusia 51 tahun.
Camat Bantur, Tri Sulawanto juga membenarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/anak-wiji_20150610_133741.jpg)