Malang Raya
Ini Alasan Laskar 1926 Tolak Muktamar NU
“Kami melihat Muktamar kali ini digerogoti aneka kepentingan tertentu. Hal ini akan mempengaruhi sikap NU terhadap pemerintahan,"
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Puluhan pemuda di Malang, menolak penyelenggaraan Muktamar NU ke 33. Alasan mereka, muktamar yang berlangsung di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 dibiayai APBD Jawa Timur dan Kabupaten Jombang.
Penolakan ini disampaikan puluhan pemuda yang mengatasnamakan Laskar 1926 ini dalam demonstrasi di depan Balai Kota Malang, Kamis (2/7/2015). Pemuda ini berasal dari mahasiswa, santri yang terdapat di Malang.
Juru bicara aksi, Muhammad Fais menjelaskan penggunaan uang rakyat dalam muktamar NU nanti dinilai kurang sehat. Ini karena hajatan besar NU mudah diintervensi oleh pemerintah, atau kelompok politik tertentu.
“Kami melihat Muktamar kali ini digerogoti aneka kepentingan tertentu. Hal ini akan mempengaruhi sikap NU terhadap pemerintahan baik di pusat maupun daerah,” kata Fais disela demonstrasi di Balai Kota Malang.
Untuk diketahui, APBD Pemerintah Jawa Timur yang dikucurkan untuk membantu pelaksanaan Muktamar NU tahun ini sebesar Rp 4,9 Miliar. Bantuan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Jombang sebanyak Rp 11 miliar.
Bantuan tersebut, katanya, akan menjadi utang budi bagi NU sehingga kehilangan daya kritis. Kekhawatiran ini makin menguat, setelah sejumlah orang dari unsur pemerintahan masuk sebagai panitia penyelenggara Muktamar NU.
“Tujuan kami untuk menjaga independensi dan mencegah intervensi di tubuh NU, sebab NU seharusnya bisa mandiri karena ada 80 juta pengikut," tegas Fais.
Dalam demonstrasi ini, mereka menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk turun, lalu mengaudit anggaran Muktamar NU.
Selain itu, mereka juga menolak segala bentuk politik transaksional dan politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar NU. Pemimpin NU, katanya, harus dari tokoh NU yang rekam jejaknya bersih. Seperti tak pernah terlibat perkara hukum, pelanggaran HAM dan memiliki integritas.
Dalam aksinya tersebut, pesert aksi membentangkan poster bertulis ‘Kembali ke Kittah', "Selamatkan NU dari Kepentingan Politik", dan "Jaga independensi NU’. Mereka juga menggelar orasi yang menolak pelaksanaan muktamar menggunakan dana pemerintah.
Selain itu, mereka juga mendoakan dan membaca tahlil untuk para pendiri NU agar Muktamar terbebas dari intervensi apapun.
“Tuntutan kami akan kami teruskan ke daerah lain, dan pimpinan NU agar menjadi pertimbangan mereka,” kata Fais.