Selasa, 7 April 2026

Malang Raya

Doorrr! Letusan Pistol Penjual Bakso Bikin Takut Warga Malang

Bak seorang koboi, Jainul Abidin (33), warga Gadang Gg 1 B nekat meletuskan pistol saat warga Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono RT5 /RW 6.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Kapolsek Kedung Kandang Kompol Putu Mataram menunjukkan senjata yang dimiliki Jainul Abidin sejak Juni lalu. Senjata itu adalah senjata rakitan yang dibeli penjual pentol ini dari bandung. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG – Bak seorang koboi, Jainul Abidin (33), warga Gadang Gg 1 B nekat meletuskan pistol saat warga Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono RT5 /RW 6 mengepungnya, Senin (21/9/2015).

Peristiwa ini membuat Jainul diamankan polisi.

Kejadian itu berawal saat Jainul menyambangi rumah kakaknya, Rohman di Jalan Kolonel Sugiono. Dia datang ke sini karena mendengar puluhan warga kampung mengepung rumah Rohman, yang sedang dibangun tangga pintas di halaman rumah.

Kala itu di rumah Rohman sedang ada tiga pekerja bangunan. Mereka terlihat merangkai besi, lalu meletakkan tangga di pinggir jalan. Pembangunan ini belum tuntas lantaran warga terlebih dulu menghentikan aktivitas pekerja di sana.

Informasinya, warga kampung memprotes pembangunan tangga di rumah Rohman. Warga berpendapaat pembangunan tersebut justru membuat jalan kampung, yang selebar 1,5 meter menjadi lebih sempit.

“Protesnya sudah lama, tapi pembangunan tetap dilaksanakan,” tutur salah satu warga pada Surya seusai peristiwa tersebut.

Warga didampingi sejumlah tokoh kampung juga sempat berunding dengan Rohman. Meski demikian, kedatangan Jainul ke rumah kakaknya mengacaukan perundingan tersebut.

Saat melihat warga berkumpul di depan Rohman, Jainul yang saat itu berjalan kaki menuju halaman rumah kakaknya langsung mengeluarkan pistol dari balik celana, lalu mengarahkannya ke udara. Kemudian Doorr…

Warga yang saat itu berteriak mengeluarkan emosi, berubah panik. Mereka mundur dari rumah Rohman, lalu memberitahu peristiwa ini ke polisi. Suasana kampung itu sempat mencekam selama beberapa menit.

Sementara Jainul, memilih berdiri di halaman rumah Rohman hingga polisi datang menjemputnya. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan lima butir peluru yang disimpan pelaku dalam kantong celana.

“Pengakuan pelaku peluru yang diletuskan hanya satu kali dan untuk menakut-nakuti warga,” kata Kapolsek Kedung Kandang, Kompol Putu Mataram di sela pemeriksaan Jainul di Mapolres Kedung Kandang, Selasa sore.

Ia juga menepis dugaan bahwa pistol tersebut diacungkan ke warga dengan memaparkan senjata tersebut langsung disimpan dalam celana setelah diletuskan. Pelaku lalu berdiri di halaman dan berjaga.

Putu menjelaskan peluru yang diletuskan dari pistol Jainul adalah peluru hampa, dengan diameter peluru sekitar 2 milimeter. Sementara pistolnya, tergolong pistol rakitan yang menyerupai jenis FN. Pistol ini hanya mampu menampung satu peluru.

“Pengakuan pelaku senjata ini dibeli dengan online dari seorang Agen di Bandung pada Bulan Juni tahun ini,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Jainul mengatakan senjata tersebut dibeli seharga Rp 1 juta untuk satu senjata dan 100 butir peluru hampa. Senjata ini juga sering dibawa Jainul saat berjualan pentol bakso ke berbagai wilayah di Malang Raya. Dalihnya untuk menjaga diri.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved