Malang Raya
Inilah Pertunjukan Wayang Kancil dari Cucu Sang Maestro Wayang
#Malang "Janganlah kau menjadi congkak dikemudian hari. Kau tidak ada apa-apanya dibanding semua yang kau miliki," ucap sang dalang
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ruangan aula besar disulap menjadi ruangan gelap. Ditambah dengan alunan musik dari gamelan serta penampilan wayang kancil yang dijalankan oleh satu dalang di atas panggung, dalam acara Semarak Malam Budaya, di Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (18/5/2016).
Suasana aula saat itu seraya sepi dan sunyi. Seolah, penonton terpesona dan terbawa suasana dengan pagelaran wayang kancil.

Di sinari lampu berwarna putih terang di atas panggung, sang dalang dengan serius dan sibuk dengan tangannya yang memainkan peran wayang kancil dari tokoh-tokoh yang diperankan.
Dengan memakai pakaian adat, yang lengkap dengan blankon dan jas khas kerajaan, serta keris yang ia sematkan di pakaiannya, sang dalang mendalang dengan bahasa Indonesia dicampur bahasa Jawa.
Yang menjadi dalang kala itu ialah Ki Ananta Wicaksono. Ki Ananta ini cucu dari Ki Ledjar Subroto yang lebih dikenal sebagai dalang kancil pertama.
Saat itu Ki Ananta membawakan dua cerita, pertama berjudul Air Susu Dibalas dengan Air Tuba. Kedua cerita tentang Kancil Adalah Pemimpin Terbaik.
"Janganlah kau menjadi congkak dikemudian hari. Kau tidak ada apa-apanya dibanding semua yang kau miliki," ucap sang dalang yang memerankan sosok Harimau.
"Semua terbukti dengan apa yang terjadi," sahut Kancil.

Sang dalang memainkan kedua cerita yang berbeda dengan durasi satu jam. Penonton tak ada satupun yang mengalihkan pandangannya dari panggung tempat Sang Dalang memainkan wayang kancil hingga acara selesai.
Ketua Panitia acara Semarak Malam Budaya, Ahmad Junaidi menjelaskan kegiatan budaya ini ditujukan untuk lebih menekankan budaya dalam negeri.

"Kalau wayang kulit, wayang purwo, sudah banyak yang tahu. Tetapi wayang kancil ini, justru yang harus diapresiasikan terus kepada masyarakat umum. Dari cerita juga sangat menarik untuk disimak," ujar dia.
Pertunjukan wayang kancil ini, lanjut Junaidi, juga akan dibawakan oleh sang maestro yakni Ki Ledjar Subroto pada malam harinya.
Namun cerita yang nanti dibawakan berbeda. Jika cerita yang dibawakan oleh cucu dari Ki Ledjar Subroto masih bersifat edukasi, maka sesi kedua akan lebih dikolaborasi dengan wayang kulit
Sayang pagelaran wayang kancil ini sangat sepi penonton. Hanya ada sekitar 20 penonton saja yang menyaksikan wayang kancil di aula ini. []
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-malang-pertunjukan-wayang-kancil-di-um_20160518_231914.jpg)