Malang Raya

Tiket Masuk Naik, Taman Rekreasi Kota Malang Sepi Saat Libur Lebaran

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, kenaikan tarif itu berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Wisata Taman Rekreasi Kota (Tareko) Kota Malang terlihat sepi pada musim awal libur Lebaran tahun ini, Jumat (8/7/2016). Tarif masuk Tareko naik drastis. Untuk pengunjung dewasa, misalnya, naik dari Rp 3500 menjadi Rp 15000. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Naiknya tiket masuk wisata kolam renang di Taman Rekreasi Kota (Tareko) Malang membuat jumlah kunjungan tak seramai musim libur Lebaran tahun lalu.

Pantauan Jumat (8/7/2016), jumlah pengunjung Tareko tak sampai 100 orang hingga siang hari. Padahal, di hari libur seperti ini, jumlah pengunjung biasanya di atas angka itu.

Nur, penjaga pintu masuk kolam renang, mengatakan, kenaikan harga tiket sebenarnya sudah terjadi sekitar enam bulan lalu.

Kenaikan tiket memang cukup drastis, yakni empat kali lipat dibanding tarif tiket sebelumnya. Tarif untuk pengunjung dewasa naik dari Rp 3500 menjadi Rp 15000 di hari libur. Sementara untuk pengunjung anak-anak tarifnya berubah dari Rp 3.500 menjadi Rp 7700.

Siswanto, pengunjung, mengatakan, tak begitu keberatan dengan kenaikan harga itu. "Ke tempat-tempat lain justru lebih mahal lagi," katanya.

Saban tahun, warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, itu memang hampir selalu datang ke Tareko saat musim libur Lebaran. Saat ini ia ke sana dengan dua anak dan istrinya.

Sementara pengunjung lain, Pirno Widodo, mengatakan, harga baru itu tak terlalu membebani meski kenaikkannya drastis. "Yang penting keponakan-keponakan senang," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, kenaikan tarif itu berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Ia menyebut, tarif lama yang ditetapkan juga sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK, kata Ida Ayu, menyarankan agar tarif dinaikkan karena terlalu murah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved