Jumat, 24 April 2026

Tips

Apa sih Manfaat dan Efek Samping Minum Kopi? Ini Jawabannya

Agar kita dapat memperoleh manfaat positif kopi, maka yang direkomendasikan adalah minum kopi 1-3 cangkir kopi per hari.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
dailycoffeenews.com
Ilustrasi kopi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bagi pecinta dan penikmat kopi, tentu harus mengetahui apa sih manfaat dan efek samping apabila minum kopi.

Berikut wawancara suryamalang.com dengan pakar gizi Ayu Bulan Febry K D, S.KM, MM, Rabu (21/9/2016).

Ikuti juga beberapa tips kesehatan dari kopi.

A. Apa Manfaat Buah Kopi ?
JAWAB:
1). Mengatasi selulit
Selulit bisa diakibatkan karena kurangnya asupan air minum, jarang olahraga, masalah pencernaan/sembelit, stress, polusi, dll. Tidak perlu kuatir karena ada langkah cara menghilangkan selulit dengan memanfaatkan khasiat-khasiat dari kopi.

= Tips mengatasi selulit :
Siapkan 2 cangkir bubuk kopi, ½ cangkir gula atau garam laut, dan 2-3 sendok teh minyak pijat (bisa minyak zaitun atau baby oil). Lalu campurkan semua bahan dalam mangkok dan oleskan dibagian yang terdapat selulit, lakukan pijatan dengan gerakan memutar.

2). Untuk kecantikan
Terlepas dari agen antioksidan, biji kopi hijau juga kaya akan asam lemak dan ester termasuk Arahidic Asam, Asam Linoleic dan asam oleat, yang berguna untuk memelihara dan melembabkan kulit kita agar tidak kendur, berubah warna dan kerusakan berat lainnya.

= Tips mengencangkan pori-pori kulit wajah :
Seduh 2 cangkir biji kopi dalam ember berisi air panas. Setelah air menghangat, basuh wajah Anda menggunakan air tersebut. Dipercaya, air ini bisa mengencangkan pori-pori kulit wajah.

3) Penetral aroma
Kopi punya daya guna sebagai penetralisir aroma. Saat Anda berencana berbelanja parfum dengan aroma baru, coba bawa segenggam biji kopi dalam plastik kecil. Hirup aroma biji kopi tersebut di antara tes mencium aroma parfum.

4) Penghilang bau pada tangan
Setelah mengiris atau mengupas bawang, biasanya aroma khas bawang akan menetap lama di kulit telapak tangan.

= Tips nya : coba ambil segenggam biji kopi kemudian gosokan pada telapak tangan, maka bau bawang akan menghilang.

B. Jika dilihat dari prosesnya, berikan sedikit ulasan tentang proses petik merah atau petik buah masih hijau. Apakah pegaruh bagi peminumnya?

JAWAB:
Tentu saja ada pengaruhnya. Biji kopi yang dipetik saat merah akan memberikan cita rasa dan aroma yang berbeda bagi peminum kopi, dibanding biji kopi yang dipetik saat hijau. Biji kopi yang dipetik merah memiliki kualitas dan harga jual yang lebih mahal dibanding kopi yang dipetik hijau.

Tanda-tanda buah kopi siap dipanen dapat dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, artinya buah telah berwarna merah. Namun karena berbagai alasan, para petani sering memanen buah yang masih berwarna kuning bahkan hijau, padahal karakteristik buah kopi akan berbeda dengan perbedaan tingkat kematangan. Sebagai gambaran umum berikut klasifikasi sederhana tingkat kematangan buah kopi yang dibedakan berdasarkan warna kulit buah, aroma dan postur (body) serta citarasa yang akan dihasilkan.

Berdasarkan klasifikasi ini terlihat bahwa citarasa terbaik akan dihasilkan oleh buah kopi yang berwarna merah penuh dengan tingkat kematangan sempurna. Jika ingin mendapatkan citarasa yang mantap dan paling baik maka panen dilakukan saat buah matang sempurna. Pemanenan buah kopi sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Saat masih muda kulit buah kopi berwarna hijau tua, ketika setengah masak, buah kopi berwarna kuning dan saat masak penuh, buah kopi terlihat berwarna merah, serta akan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui.

Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah yang lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sebaliknya daging buah kopi yang muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved