Polisi Tangkap Kepala BKD Malang

Sekretaris dan Asisten II Kabupaten Malang Dipanggil Polres Malang Kota, Terkait Kasus Suap Suwandi

Malik memberi keterangan sedikit terkait pemeriksaan hari ini. "Hanya seputar tugas, pokok, dan fungsi, dan wewenang. Ada 18 pertanyaan,"

Sekretaris dan Asisten II Kabupaten Malang Dipanggil Polres Malang Kota, Terkait Kasus Suap Suwandi
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
FOTO ARSIP - Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi saat menjalani penyidikan dalam kasus yang menjadikannya tersangka, Sabtu (29/10/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penyidik Satreskrim Polres Malang Kota memanggil sejumlah saksi dalam kasus pungutan liar yang dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Suwandi. Jumat (4/11/2016) giliran Sekretaris Kabupaten Malang Abdul Malik dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang Prihadi Waskito.

Sebelumnya, Kamis (3/11/2016) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo sudah menjadi saksi. Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono mengatakan saat ini penyidik sedang memanggil sejumlah saksi.

“Ya lah, saksi-saksi terus dipanggil. Tentang saksi siapa saja yang dipanggil, belum saya cek. Tetapi sudah saya tegaskan, bahwa kasus ini akan kami tuntaskan," ujar Decky, Jumat (4/11/2016) sore. Pemeriksaan saksi itu, untuk melengkapi penyidikan yang dilakukan polisi.

Ketika disinggung terkait pemanggilan Bupati Malang Rendra Kresna, Decky menegaskan pihaknya tidak melayangkan surat panggilan. "Tidak ada, kalau ada tanyakan ke beliau saja," ujarnya.

Decky kembali menegaskan juga, bagi yang merasa pernah dipungli oleh Suwandi, supaya melapor ke polisi.

Sementara itu, Kepala Unit Pidana Khusus Polres Malang Kota Ipda Rudy Hidajanto membenarkan pemanggilan saksi itu. Ia mengiyakan ketika disebutkan saksi yang dipanggil adalah Sekkab Malang Abdul Malik. "Ya, sama Asisten Kesra," ujar Rudy.

Ia juga mengangguk ketika ditanya apakah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo dipanggil sebelumnya. "Ya," ujarnya singkat sambil meninggalkan wartawan.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM di Polres Malang Kota, Abdul Malik tiba di Mapolres Malang Kota usai Salat Jumat. Ia masuk ke ruang Unit Pidana Khusus sekitar pukul 13.15 WIB.

Sore sekitar pukul 16.30 WIB, ia meninggalkan Polres Malang Kota. Sesaat setelah keluar ruang penyidikan, Malik memberi keterangan sedikit terkait pemeriksaan hari ini. "Hanya seputar tugas, pokok, dan fungsi, dan wewenang. Ada 18 pertanyaan," ujar Malik.

Seperti diketahui, polisi menangkap Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi di rumahnya Jl Soekarno Hatta PTP II No 17 Kota Malang. Polisi menyita uang tunai sebesar Rp 3 juta dalam penangkapan tersebut. Uang itu merupakan uang pembayaran terakhir dari total Rp 18 juta yang diminta Suwandi terhadap dua orang PNS. Dua orang itu merupakan PNS pindahan dari Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Mereka pindah ke Kabupaten Malang di lingkup kerja Dinas Pendidikan. Sebagai pelicin mutasi itu, Suwandi meminta Rp 18 juta kepada pasutri tersebut. Rp 18 juta itu dibayar dalam tiga tahap.

Kini Suwandi mendekam di sel Mapolres Malang Kota. Ia menempati sel nomor 8. Sel itu berkapasitas enam - tujuh orang. Ia diberlakukan seperti tahanan lainnya. Ia mendapatkan kunjungan dari keluarganya setiap hari berkunjung.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved